Menguak Misteri Kematian Dokter Aulia Risma
- Tri Handoko
Penghentian sementara itu dilakukan menyusul adanya investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan atas peristiwa tersebut. Dalam penyelidikannya, Kementerian Kesehatan juga menggandeng pihak kepolisian.
Pesan Terakhir Dokter Aulia Risma Sebelum Bunuh Diri karena Tak Kuat Dibully
- Foto: IST
Namun, Kementerian Kesehatan tidak berencana menutup selamanya PPDS Anestasi Universitas Diponegoro. Penghentian sementara tersebut agar penyelidikan ini bisa dilakukan dengan cepat, bersih, dan transparan, bebas dari intimidasi.
Kementerian Kesehatan merasa tidak bisa lepas tangan dari perkara tersebut karena korban juga menempuh pendidikan di lingkungan RSUP Kariadi Semarang yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kemenkes.
Klarifikasi Undip Semarang
Atas peristiwa meninggalnya ARL tersebut, Undip Semarang memberikan pernyataan dan klarifikasinya. Undip membantah bahwa kematian ARL yang diduga bunuh diri itu dipicu oleh perundungan.
Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip Semarang Utami Setyowati menyebut almarhumah memiliki permasalahan kesehatan yang memengaruhi proses belajar yang sedang ditempuhnya.
Bahkan almarhumah disebut sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri akibat kondisi tersebut, namun mengurungkan niatnya karena secara administratif terikat pada ketentuan penerima beasiswa.
Universitas Diponegoro, Semarang.
- Teguh Joko Sutrisno/ tvOne.
Undip menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut perkara ini.
Fakultas Kedokteran Undip sendiri juga mengklaim telah menetapkan gerakan "Zero Bullying" yang dipantau secara aktif oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual sejak 1 Agustus 2023.
Dugaan Perundungan
Berkaitan dengan dugaan perundungan yang dialami korban, polisi menyebut hal itu akan diinvestigasi oleh Kementerian Kesehatan. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar menilai isi buku harian korban tersebut tidak ada yang terkait dengan perundungan.
Polisi sendiri masih mendalami jika memang motif kematian korban akibat bunuh diri itu dengan memeriksa para saksi, seperti teman-teman di sekitar korban, termasuk rekan seprofesi ARL. Sejauh ini polisi belum menemukan bukti bahwa perundungan menjadi penyebab kematian korban yang diduga akibat bunuh diri.
"Belum ada fakta atau bukti kalau korban meninggal bermotifkan perundungan. Begitu juga sebaliknya, belum ada bukti yang menguatkan kematian itu bukan karena perundungan," kata Irwan.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.
- VIVA | Didiet Cordiaz (tvOne)