Jangan Lupa untuk Bahagia
- U-Report
Tapi menurut saya ada juga unsur kelalaian dari si Gatot. Ngapain juga shalat Jum’at pakai sepatu bagus. "Gue doain orang yang nyuri sepatu Converse gue jempolnya nempel sama sepatu gue yang dicuri," kata si Gatot sambil corat-coret sepatu Converse dia yang lama. Pas saya perhatiin ternyata dia lagi nulis "Cepat lulus ya Tot" di sepatu Converse dia yang lama. Alasan dia corat-coret sepatu biar kelak sepatu dia tidak dicuri lagi kalau sedang Jum’at-an di masjid. Maling tentu akan berpikir dua kali kalau mau nyuri sepatu yang sudah dicorat-coret model begitu.
"Gue boleh bantu corat-coret di sepatu yang sebelah kanan?" tanya saya. Akhirnya sambil asyik dengerin si Gatot cerita, saya tulis pake spidol di tepi sepatu itu, "Mampus lu Tot, hilang sepatu" dan pas dia baca tulisan saya komentarnya cuma satu, "Jahat banget lu, San!" Hahaha.
Sementara Gatot masih asyik corat-coret, saya tiduran sambil baca buku Inferno-nya Dan Brown yang baru saya beli. Keadaan hening karena masing-masing punya kesibukkan sendiri. Tidak berapa lama terdengar suara chat masuk di ponsel Gatot. Dan Gatot yang tadinya kelihatan bete habis langsung bersorak kegirangan penuh suka cita seperti baru mendengar sangkakala dari surga. Saya pikir mungkin isi chatnya begini, "Selamat Sdr Tri Gatot, anda memenangkan hadiah berupa kapal pesiar dari program undian bank," tapi tahunya bukan. Isi chat-nya cuma, "di mana?" tapi yang ngirim adalah gebetan si Gatot.
Saya yakin kalau yang nanya "di mana" itu ibunya si Gatot dia enggak bakalan penuh suka cita kayak gitu tetapi karena yang kirim kecengannya, lonceng surgawi seolah bergema untuk Gatot. Dia nunjukkin hp-nya ke gue sambil tertawa bahagia. Rasa kesal gara-gara sepatu dicuri langsung berganti dengan kebahagiaan. Tidak lama setelah itu, dia langsung cuci muka sambil ganti baju bagus. Jam sebenarnya sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi buat seorang Gatot malam hari bukanlah sebuah halangan ketika seorang gadis yang kita sayangi ngajak ketemuan. "San, gue pergi dulu ya. Kalau lu mau nginep, kuncinya lu simpen dibawah karpet ya. Jangan lupa tutup gorden kamar juga. Di bawah rak ada biskuit. Kalau mau, abisin aja," pesannya sebelum pergi. “Ish dari tadi gak ditawarin biskuit, giliran seneng baru deh ditawarin,” umpatku dalam hati.