Selamat Tinggal Egois, Selamat Datang Bahagia

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

3. Belajar mengembangkan pola pikir, bahwa tanpa pamrih pun aku akan tetap menolong.

img_title Sempat Porak-poranda Diterjang Banjir, Begini Kondisi Terbaru SMPN 16 Medan

Suatu kali seorang teman datang padaku untuk meminjam sejumlah besar uang, alasannya untuk biaya rumah sakit anaknya. Karena aku juga punya anak dan aku tahu kesesakan dan pedihnya hati jika anak sakit dan tidak punya biaya, aku dan suami ikut dengan orang tersebut dan ingin mengecek kebenaran ceritanya. Ternyata benar, tidak ada harapan uang yang kami berikan akan kembali karena kami tahu kehidupan orang tersebut akan susah mengumpulkan uang sejumlah biaya tagihan rumah sakit. Tapi orang tersebut menawarkan sepeda motor satu-satunya sebagai jaminan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika aku egois, maka aku akan mengambil sepeda motornya agar ada kemungkinan uangku kembali, dan jika tidak kembali sepeda motor itu bisa aku jual dan aku tidak rugi menolong orang tersebut. Tapi hari nurani ini berkata agar aku belajar tanpa pamrih dalam menolong orang lain. Terlebih jika aku bisa melakukannya. Aku belajar melepskan apa yang aku punya.

img_title 4 Orang Kepercayaan Nusron Terseret, KPK Bongkar Duduk Perkara Hingga Jejak Uang Kasus HGB

Aku berpikir bahwa segala yang aku miliki adalah datang dari Tuhan dan jika Tuhan inginkan aku lakukan ini itu untuk kebaikan, tentu Tuhan akan tersenyum senang melihat manusia ciptaan-Nya ini tidak egois, tidak gila harta, dan silau dengan gemerlap dunia. Tapi mengembangkan sikap peduli dan penuh kasih kepada sesama manusia yang membutuhkan. Akhirnya aku menolong orang tersebut dan menganggap uang itu hilang. Hanya kalimat berikut yang aku katakan, “Jangan bingung untuk mengembalikannya. Jika ada rejeki, tidak apa-apa dibayar. Kalau belum ada, jangan dipaksakan”.

Dan memang, sampai kini uang kami tidak kembali. Tapi kami tidak ada beban sedikit pun, tidak ada rasa kami ditipu, dipermainkan, atau dirugikan. Ternyata kami kembali bahagia bisa menolong orang tanpa pamrih, rasanya luar biasa, rasanya hati penuh ucapan syukur. “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil,” biarlah terus menjadi prinsip kami sekeluarga.

img_title OTT HGB Bikin Geger! KPK Sita Rp106,3 M, Puluhan Miliar Ditemukan di Rumah Orang Kepercayaan Nusron

Secara sederhana, dengan melakukan tiga hal tersebut di atas aku telah menciptakan bahagia dalam hidupku. Aku menuju kebahagiaan yang lebih besar dengan terus menerus melakukan itu, dan bahkan hal lain yang lebih besar. Tidak lain agar selain hati ini damai sejahtera, Tuhan juga akan tersenyum senang bahwa aku diciptakan-Nya di dunia ini untuk memberi warna indah untuk orang di sekitarku telah terwujud.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut