Jangan Lakukan Ini saat Mendaki Gunung Semeru

Teamwork sangat dibutuhkan untuk menggapai puncak.
Sumber :
  • U-Report

Hal ini sering saya jumpai pada mereka yang naik gunung berombongan 10 hingga 30 orang lebih. Mereka kerap salah membagi regu mereka sendiri. Sweeper mereka juga kadang terlalu bosan untuk mendampingi pendaki yang berjalan paling akhir, padahal di sinilah peran utama sweeper. Sweeper menjadi orang terakhir yang mengawasi tim mereka yang ada di depan. Siapa yang tertinggal, atau bahkan barang bawaan siapa yang terjatuh akan bisa diamankan oleh sweeper.

img_title BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini, Malam Diguyur Hujan, Jaksel yang Paling Deras

Kenapa saya bilang usahakan jangan naik malam hari? Ada beberapa alasan tentunya. Kalau kita menanjak malam maka waktu istirahat kita di Ranu Kumbolo akan semakin tipis. Padahal idealnya pagi hari setelah dari Kumbolo kita masih harus menuju Kalimati. Dan waktu yang tepat untuk berada di Kalimati itu antara pukul 12.00-16.00 sehingga kita masih bisa mendirikan tenda, cari air di sumber mani, dan masak untuk kebutuhan kita malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semakin banyak waktu kita istirahat di Kalimati, bisa dipastikan kita akan sukses menuju puncak. Kita tidak akan bisa menikmati perjalanan kita jika terjebak kegelapan di tengah jalur. Apasih tujuan yang kita cari dengan mendaki? Apa hanya perjalanan malam hari yang gelap dan dingin? Jika sudah terlalu gelap sudah dipastikan kita tidak bisa menikmati melodi alam dari burung-burung di jalur pendakian. Kita tidak bisa menikmati fauna yang jarang kita jumpai di kota.

img_title Penumpang Keluhkan Bau Tak Sedap di Bus Malam Koridor 8, Transjakarta Langsung Sweeping

Trek sepanjang Pos 2-Watu Rejeng hingga Pos 4 cukup rawan longsor atau banyak jurang dan lobang-lobang yang bisa membuat kita terperosok. Di sinilah bahayany, jika kita bermain logika kita pasti bisa mengerti untung ruginya perjalanan malam. Saat masih cukup cahaya, mungkin yang bekerja keras saat kita mendaki itu hanya mata, bahu, kaki dan nafas kita. Sedangkan, jika gelap datang, mata, telinga, kaki, tangan, bahu, dan banyak organ lain yang bekerja keras dan berkonsentrasi penuh karena perjalanan malam hari.

Ini sebenarnya yang paling penting. Masih ingat pelajaran IPA waktu zaman SD? Tumbuhan akan menghasilkan oksigen di siang hari, sedangkan untuk malam hari akan terbalik prosesnya. Jika kita memaksakan melakukan perjalanan malam hari sudah dipastikan kita akan berlomba dengan ribuan tumbuhan yang ada di sepanjang jalur. Selain suhu yang dingin, oksigen yang tipis juga lebih besar memicu kelelahan bahkan mountain sickness. Dan itu sangat berbahaya!

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Optimalkan Aset di Kawasan Puncak, PTPN I Bakal Bangun Destinasi Ekowisata & Edukasi Lingkungan
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut