Jangan Lakukan Ini saat Mendaki Gunung Semeru
- U-Report
6. Jangan memaksakan diri kalau belum yakin.
Pengelola TNBTS sebenarnya sudah menetapkan batas terakhir pendakian yang diizinkan yaitu Kalimati. Tapi banyak pendaki yang masih gatal ingin mencoba pendakian sampai Puncak Jonggring Saloka. Jika ini adalah pilihanmu, silahkan. Tapi kamu harus siap menanggung semua dampak dan akibat yang mungkin muncul. Jika memang merasa tidak yakin mampu, ya jangan paksakan dirimu. Pencapaian pendaki bukan hanya berhasil sampai puncak. Justru pencapaian sebesar-besarnya adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat.
7. Jangan malas membuka tenda perjalanan.
Pendakian Semeru tidaklah ringan. Trek terberat akan kamu jumpai dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, dari Arcopodo. Jalur pendakian yang berbatu dan berpasir bisa membuatmu kesulitan mengatur langkah. Jalan lima langkah, merosot tiga langkah, begitu berturut-turut. Karena itu, penting bagimu mempersiapkan tenaga untuk menghadapi etape pendakian paling menantang ini. Menghemat tenaga jadi kunci penting agar staminamu tidak habis sebelum waktunya.
Di hari pertama beristirahatlah dulu di Ranu Kumbolo. Buka tendamu dan menginaplah semalam di sana. Keesokan harinya kamu bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Kalimati. Istirahatlah dulu di Kalimati sebelum tengah malam nanti mulai berjalan ke Arcopodo, untuk kemudian menghadapi tanjakan berpasir Mahameru.
8. Makan dahulu sebelum menuju Arcopodo.
Perjalanan menuju Arcopodo biasanya dimulai pendaki pada tengah malam. Alasannya tentu agar bisa menikmati sunrise dari Puncak Jonggring Saloko dan bisa punya waktu lebih lama untuk menikmati keindahan dari tanah tertinggi di Pulau Jawa. Tapi ini juga yang kadang jadi masalah. Bangun tengah malam sering membuat kita malas mengisi perut. Padahal, makan amat penting agar kamu tak kelaparan saat trekking ke puncak. Jangan malas membuat minuman hangat dan mengganjal perutmu dengan roti sebelum mulai berjalan.
9. Jangan membawa carrier/keril saat menuju puncak.
Perjalanan ke Mahameru memang tidak didesain untuk membawa keril. Sudut kemiringan yang cukup ekstrem bisa membuatmu kehilangan keseimbangan kalau ngotot berjalan dengan keril 60 liter di punggung. Maka dari itu, tinggalkan kerilmu di dalam tenda saja di Kalimati. Kemas barang-barang secukupnya. Cukup bawa air 1,5 liter, cokelat, kurma, dan makanan lain yang bisa mengganjal perut sebagai bekal dalam daypack.