Kisah Cinta Ini Berawal dari Ospek
- U-Report
Dan akhirnya saat kuliah pun tiba. Ketika jam pelajaran, hp aku berbunyi dan dapat bbm dari Kakak BEM kemarin, dia mengajak untuk bertemu. Tanpa pikir panjang lebar, aku mau. Setelah jam berakhir aku pun dijemput dia di depan kelasku. Aku diajak ke kantin kampus. Kita ngobrol-ngobrol sedikit, dan keesokan harinya teman-teman cewekku bbm semua, mereka mengira aku pacaran sama kakak bem tersebut. Dan enggak tahu kenapa, aku bilang ke mereka, "Siapa sih yang suka sama tuh cowok, aku sudah punya pacar kali. Kalau kalian mau, ambil saja ini ada pinnya. Aku juga enggak bakal jadian sama dia. Kalau sampai aku jadian sama dia, nanti kalian aku traktir sepuas kalian. Aku enggak suka sama dia, dia banyak ceweknya!"
Tak lama beberapa bulan pun berlalu. Aku mulai terbiasa bertemu dengan Kakak BEM tersebut. Aku dengan dia duduk di depan ruang BEM universitas, aku curhat tentang pacarku sambil nangis yang pasti. Seperti itu terus sampai seminggu berjalan. Dan saat itu, tepatnya tanggal 12 Oktober 2014 aku putus sama pacarku. Aku menangis di depan Kakak Bem itu, Kakak BEM itu mencoba menghiburku yang tiba-tiba meluk aku. Aku kaget, tapi enggak tahu kenapa aku merasa nyaman.
Hari pun berganti, malam hari masih seperti biasa. Tepat tanggal 13 Oktober 2014, seperti biasa kami duduk di bawah pohon di depan ruang BEM. Bukan hanya berdua, tapi bertiga sama temannya Kakak BEM tersebut, temannya Kakak BEM itu nyanyi lagunya Yovi Nuno yang berjudul “Janji Suci”. Tak lama, tiba-tiba Kakak BEM tersebut megang-megang tanganku. Dia mulai berbicara kalau dia suka denganku. Dia mau aku jadi pacarnya, dan dia juga berkata, "Aku enggak nyuruh kamu biar kamu lupain mantanmu, kaerna memang melupakan yang pernah singgah butuh proses. Yang pasti, aku benar-benar sayang sama kamu. Kamu mau jadi pacarku?".
Tak lama, aku menjawab kalau aku mau jadi pacarnya dia. Tiba-tiba aku dipeluknya. Awalnya aku berfikiran bahwa dia hanya aku jadikan untuk batu loncatan melupakan mantanku. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, rasa sayangku kepada dia semakin bertambah. Karena dia berhasil meyakinkan aku dengan perhatian dan kasih sayangnya yang tulus.