Kebodohanku Mengikuti Kemauan Keluarga

Kegiatan MOS-ku berjalan lancar.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Cita-cita adalah suatu harapan, mimpi, dan keinginan seseorang agar dirinya bisa merasa bahagia dengan apa yang selama ini diperjuangkannya. Namun, terkadang cita-cita menjadi sebuah hal yang bisa membuat seseorang merasa tertekan, sakit hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

img_title Tak Cukup Rekor Kelompok Umur di IOAC 2026, Harlin E. Rahardjo Punya Target Lebih Besar

Sehingga cita-cita yang selama ini selalu dimimpikan, diinginkan, dan diharapkan yang harus diperjuangkan harus berakhir sia-sia. Mungkin banyak mereka yang cita-citanya tidak pernah tersampaikan hanya karena keegoisan orang-orang yang ada di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanya karena keegoisan orang-orang yang ada di sekitarnya, lalu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan hal yang sia-sia? Aku juga merasakan hal yang seperti itu, tapi aku tidak sampai memutuskan untuk mengakhiri hidupku dengan hal yang bodoh dan sia-sia seperti itu. Aku tidak tahu sudah berapa banyak cita-cita yang aku ingin-inginkan selama ini, tapi yang jelas sejak aku duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, aku ingin menjadi seorang penulis.

img_title Ria Ricis Sebut Karhutla Jadi KidZania 2026, Langsung Tuai Kritikan Netizen

Hum, cita-cita yang sangat cocok untuk aku yang bersifatkan anti-sosial ini. Aku sering menemukan sebuah artikel tentang mereka yang anti-sosial, di artikel tersebut aku merasa seperti sedang berkaca, aku merasa yang merasakan hal yang seperti diceritakan di dalam artikel tersebut adalah aku. Dari sanalah aku berpikir, walaupun aku orang yang anti-sosial, aku juga harus menunjukkan kalau aku adalah orang yang juga ingin dan bisa meraih kesuksesan, yang nantinya akan dipandang, dihargai, dan dikenal oleh mereka yang ada di luar sana.

Mungkin sudah banyak cita-cita bodoh yang sering aku ucapkan pada teman, sahabat, dan keluargaku. Namun, sesungguhnya aku hanya ingin menjadi seorang penulis. Alasannya? Aku rasa cukup aku dan Tuhankulah yang tahu apa keinginan yang sebenarnya dari cita-citaku ini.

img_title Anggota DPR Dorong UMKM di Semarang Tembus Pasar Global Lewat Cara Ini

Cita-citaku untuk menjadi seorang penulis harus kandas hanya karena keegoisan keluargaku. Lulus dari SMP, aku ingin melanjutkan ke sekolah agama, bukan pesantren loh, tapi MAN. Apalagi di kota tempat aku tinggal ada dua sekolah agama yang cukup dikenal di Pulau Sumatera ini. Keluargaku malah menyarankan aku untuk masuk ke STM/SMK.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut