Kawanan Siput dan Titanic Syndrome

Siput
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Alkisah, ada seorang wakil raja siput yang sudah hampir satu tahun diresmikan sebagai raja. Ia dilantik sebagai raja, karena raja sebelumnya menjadi tersangka karena dituduh menggelapkan uang kerajaan. Sebagai raja baru ia butuh pengikut.

img_title Rano Karno Ingin Wagub Banten dari Kalangan Birokrat

Karena ia siput, ia tidak ingin orang di sekelilingnya melebihi setiap keterlambatannya. Ia ingin orang dibelakangnya lebih lambat dari dirinya agar ia bisa dibilang cepat di antara orang-orang yang lambat. Di antara kawanan siput di kerajaannya, merapatlah siput sastrawan, siput seniman, ditambah lagi dewan siput. Tidak ketinggalan teknokrat dan birokrat merancang grand design “Rencana Kerja Kerajaan” bertema “Keterlambatan”. Karena mereka yakin dengan tema itu maka semua rakyat siput bisa maju dalam arti selambat-lambatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terdapat nukilan dari hasil kesepakatan itu, siput seniman dan siput sastrawan yang hobinya mengkritik era raja sebelumnya diberikan jabatan dan diberi dana kegiatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kerajaan. Dengan kompensasi itu otomatis mereka tidak akan mengkritik lagi. Kerajaan siput pun tenteram tanpa pergolakan politik.

img_title Sweater Titanic Rp12,2 Juta Celine Dion Jadi Sorotan

Ketenteraman itu mereka kira sebagai suatu kemajuan. Mereka tidak tahu kalau apa yang mereka rasakan adalah virus yang dinamakan Titanic Syndrome. Merasa besar, tak terkalahkan, paling suci, dan mustahil tenggelam. Padahal itu semua semu, karena semua telah dikondisikan dengan baik. Semua hanya seolah-olah baik dan seolah-olah maju. Akibatnya karena terlalu tenteram, mereka tak sadar kerajaan siput itu tak lama lagi akan mengalami turbulensi.

Dari kisah imaginer di atas, seharusnya kita mampu mengambil hikmah bahwa keadaan sehari-hari kita memang begitu. Kita harus jujur dan sadar, itulah realitas yang harus dihadapi di sana-sini dalam sendi kehidupan Pemerintahan. Begitu pula dengan perekenomian bangsa kita yang sedang dirundung keterombang-ambingan.

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

Satu persatu investor hengkang. Mereka memilih pergi untuk menyelamatkan cashflow perusahaan daripada terus menerus merugi. Surat kabar yang kita baca setiap hari menunjukan ada sesuatu yang tidak beres di negeri ini.

Belum lagi pulih luka-luka ekonomi bangsa. Alih-alih bekerja untuk kemajuan, salah satu gubernur di Banten malah melindungi tersangka korupsi. Hebat, katanya ia berani menjaminkan dirinya untuk menjaga tersangka tersebut. Janji tinggal janji untuk memberantas korupsi dan memajukan ekonomi. Semua carut-marut tak bertepi. Benar-benar tanpa prestasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut