Kisah Hikikomori dan Weeaboo
- http://www.reinha.com
VIVA.co.id – Banyak istilah kejepang-jepangan yang cukup terkenal di Indonesia. Apalagi banyaknya mereka yang suka menonton anime dan ada juga yang tidak suka menonton anime. Anime? Apa itu anime? Anime merupakan animasi yang berasal dari Jepang dengan hiasan warna-warni terdiri dari beberapa karakter dengan warna rambut yang juga berwarna-warni.
Biasanya, anime sering disamakan dengan kartun. Namun, kartun dan anime itu berbeda, benar-benar berbeda. Tampilan dari kartun dan anime sering terlihat sama. Kartun itu seperti Spongebob Squarepants, Chalkzone, Cars, Toy’s Story dan lain-lainnya. Biasanya kartun itu sering dikait-kaitkan dengan negara barat seperti Amerika dan Eropa. Sedangkan anime itu seperti Naruto, Dragon Ball, One Piece, Death Note, Fairy Tail, dan lain-lainnya.
Banyak dari judul kartun ataupun anime, aku sendiri tidak benar-benar tahu perbedaan keduanya. Namun, dari penglihatanku ini, anime dan kartun itu benar-benar berbeda. Kalau dilihat dari grafik saja sudah terlihat beda dan terkadang suaranya ada yang sama dan ada juga yang beda. Istilah suara sama ataupun beda bisa dibilang dubbing, tapi kalau di dalam anime sebutannya voice, atau lebih tepatnya voice acting (Seiyu).
Istilah yang kejepang-jepangan juga banyak. Animelovers, Otaku, Tsundere dan ada juga Hikikomori. Hikikomori merupakan seseorang yang menutup diri, tidak mau bersosialisasi dengan lingkungannya, dan terlebih lagi Hikikomori itu hidupnya hanya berada di dalam kamar saja. Di rumah hanya menonton dan mendownload anime, menonton film, makan, tidur, dan keluar kamar hanya saat buang air besar dan buang air kecil. Mandi? Mandi juga, namun terkadang bisa 3 hari mandi hanya 2 sampai 1 kali saja.
Hikikomori hidupnya seperti burung yang ada di dalam sangkar. Hanya bergerak di dalam satu ruangan saja, tidak ke mana-ke mana, tidak mau peduli dengan sekelilingnya termasuk lingkungannya. Aku pernah merasakannya. Jujur saja menjadi hikikomori itu enak, simpel, dan tidak harus bersusah payah memikirkan masa depan. Cukup makan, tidur, menonton anime, televisi, film, buang air kecil ataupun besar, sudah begitu saja terus.