I'm Not Gay

Ilustrasi kelompok LGBT.
Sumber :
  • REUTERS/Cathal McNaughton

“I’m not gay, Max! Gila! Gue gak nyangka, orang sepinter loe ternyata gay! Gue emang butuh duit itu, tapi gak gini caranya!” ucapku padanya. “Hey! This is life. It’s all about money! Lo bisa dapet duit sebesar itu kemana? Mikir!” jawabnya tegas. Aku terdiam. Otak ini mulai memikirkan sesuatu yang tidak dapat aku pahami. Max keluar dari smokar, sedang aku masih terdiam.

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

Lima hari berlalu dengan sia-sia. Kini aku sudah memantapkan hatiku. Ya, akan kuterima tawaran yang lalu. Aku pun kembali ke perusahaan itu. Aku menemui si pemilik perusahaan. Aku menjelaskan maksud kedatanganku dan om itu hanya tertawa. Sedikit menjijikan, tetapi mau bagaimana lagi? Ini cara satu-satunya agar aku mendapatkan uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aku telah mendapatkan uang 150 juta itu. Ya, semalam aku habis tidur dengan om. Awalnya sangat menjijikan, tapi kini aku ingin mencobanya lagi. Aku bisa diberi lebih dari kemarin bila aku mau menemaninya lagi malam ini. Dan aku menerimanya.

img_title Wahai Orang yang Tidak Berpuasa, Hormatilah Bulan Ramadan

Tiga bulan berlalu. Kini aku menjadi seorang gay. Seorang gay yang memiliki banyak uang. Aku bisa berfoya-foya dengan uang sebanyak ini. Aku mulai berubah. Berubah menjadi seorang yang mandiri. Aku tidak membutuhkan uang dari mama lagi dan itu membuat mama keheranan.

Pagi itu aku dipaksa mengaku oleh mama. Hati ini berdegup kencang. Kakiku bergemetar hebat. Keringat bercucuran di wajahku. Sungguh kali ini aku benar-benar tegang. Aku tidak bisa berbohong kepada mama. Meski jawabanku akan sangat mengecewakan mama, tetapi tetap akan kukatakan.

img_title Jadi Dewa Mabuk Sehari

Aku mengatakan kebenarannya. Setelah mendengar ceritaku, mama kaget dan pingsan. Aku kaget dan berusaha membangunkan mama. Denyut nadinya tidak berfungsi. Nafasnya pun tidak ada. Tidak! Mama tidak pingsan. Mama meninggal! Aku berteriak dan menangis histeris. Aku menyesal. Aku sangat menyesal. Harusnya itu tidak aku katakan. Aku lupa kalau mama mempunyai penyakit jantung. Aku lupa. Benar-benar lupa. Air mata ini tidak bisa berhenti mengucur. Rasa menyesal terus singgah pada diriku.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut