Pengalaman Ikut Handshake Event JKT48
- VIVAlife/ Shalli Syartiqa
Ternyata teman saya datang ke sini bukan buat nonton konser JKT48, tapi buat ikutan event 'handshake' dengan para member JKT48. Setelah dapat penjelasan, saya baru tahu kalau setiap kita beli CD konser JKT48, di dalam CD itu ada kupon buat ikutan event 'handshake'. 1 kupon nilainya setara dengan 10 detik buat salaman. Kalau loe punya 5 kupon (yang berarti harus beli 5 CD yang sama) loe punya kesempatan 50 detik buat berjabat tangan dengan oshi (idola).
Sebentar-sebentar, jadi saya, Stefanus Sani, dengan usia yang sudah cukup-cukup-cukup dewasa ini harus nemenin teman saya ngantri terus ikutan salaman sama member JKT48? OMG! Saya kok jadi lebih mirip om-om, enggak tahu umur ya?.
Teman saya kebetulan punya 10 kupon, dan dia bilang bakalan pakai kupon itu buat beberapa sesi 'handshake' bersama Melody dan Nabilah. Kita hitung-hitungan sebentar. Buat dapat 1 kupon, kita harus beli 1 CD. 1 CD itu kalau tidak salah harganya 40 ribu. Itu artinya, teman saya menghabiskan uang sampai 400 ribu buat bisa menjabat tangan Nabilah.
Oke, kita kesampingkan dulu deh soal hitung-hitungan, karena yang pasti saya dapat 2 kupon (20 detik) dari teman saya buat ikutan sesi 'handshake' bersama Nabilah. Temen saya cerita dengan menggebu-gebu bagaimana pas pertama kali dia ikutan event 'handshake'. Dia tidak bisa tidur dan senyum-senyum sendiri karena bisa menjabat tangan si Melody. Dia pun sampai tidak cuci-cuci tangannya dalam jangka waktu yang lama.
Apakah saya juga akan mengalami syndrome yang sama? Senyum-senyum sambil terus lihatin tangan gara-gara bisa salaman sama member JKT48 yang pasti wangi-wangi itu? Saya sekarang sedang berada dalam antrean buat 'handshake' bareng Nabilah. Setelah kupon saya diverifikasi, kini giliran buat saya antri. Saya tengok-tengok ke belakang, kok saya mirip om-om girang yang enggak tahu diri, ikutan antri berbaur dengan anak remaja untuk bisa salaman sama member-member yang lebih pantes dijadiin adik.
Saya nguping Wota yang antri di depan saya, dia bilang kalau dia bakalan Beat Box di depan Nabilah. Keren juga nih orang. Belakang saya bilang kalau dia bakalan nyanyi lagu AKB48 (Sister Group JKT48) pakai bahasa Jepang. Teman saya bilang kalau dia mau nge-dance di depan Nabilah. Terus saya mau ngapain? Beat Box enggak bisa. Ngedance apa lagi. Masa iya saya harus nyanyi lagu Jepang di depan Nabilah? Satu-satunya lagu Jepang yang saya tahu cuma lagu Baling-baling Bambu-nya Doraemon. "Loe ajak ngobrol aja soal Theater. Soal Renai Kinshi Jourei, Boku no Taiyou, Pajama Drive," kata teman saya sok tahu. Aduh, istilah apa itu, makin enggak paham saya.