Belajar Demokrasi dari Gus Dur

Julkarnain Rajak, Ketua PMII Rayon FKM UMI
Sumber :
  • U-Report

Inilah ciri demokrasi yang diperjuangkan Gus Dur dari dulu. Upaya perjuangan Gus Dur dalam menegakkan demokrasi adalah berpijak pada prinsip non kekerasan. Gus Dur lebih percaya pada perjuangan yang sistemik, kultural, dan kontinu.

img_title UU ITE Hasil Revisi Dicap Masih Bernuansa Represif

Maksud dari perjuangan sistemik adalah berusaha menciptakan sistem sosial dalam masyarakat yang lebih demokratis, sebagai tandingan dari sistem politik yang otoriter. Akan tetapi pada kenyataannya, kebanyakan orang salah memahami arti demokrasi yang sesungguhnya. Misalnya di kalangan pemerintah pada umumnya. Mereka berpendapat bahwa demokrasi adalah wujudnya berupa lembaga-lembaga demokrasi yang kita ketahui seperti DPR, MPR, dll. Begitu juga kalangan lain berpendapat kalau demokrasi merupakan prilaku demokrasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sinilah muncul sektarianisme yang pada dasarnya memperjuangkan kepentingan golongan tertentu. Sehingga kepentingan bersama dihiraukan dalam sebutannya monopoli demokrasi. Menurutnya bangsa Indonesia perlu pemahaman dan penyadaran demokrasi dimana antara lembaga dan perilaku demokrasi itu disatukan sehingga kepentingan bersama demi umat bisa terjawab dan tidak lagi muncul sektarianisme yang nantinya mementingkan kepentingan golongan dan berujung pada perpecahan umat.

img_title Pesta Demokrasi Tingkat RT di Kapas Madya Surabaya

Gus Dur lebih memandang demokrasi sebagai proses pembentukan tradisi yang terus- menerus dilakukan. Sedangkan inti dari demokrasi adalah persamaan hak, menghargai pluralitas, tegaknya hukum dan keadilan serta kebebasan menyampaikan aspirasi. Hal ini sudah disuarakan Gus Dur ketika iklim politik masih dalam suasana politik yang sangat tertutup dan otoriter.

Gus Dur tidak sekadar mensosialisasikan konsep ini dalam berbagai bentuk forum seminar dan diskusi. Lebih dari itu, dia berusaha mempraktikkan hal ini dalam kehidupan. Meski untuk itu, dia harus dicap sebagai orang yang membela minoritas dan mengabaikan mayoritas umat.

img_title Beginilah Kemenangan Demokrasi

Menurut penulis, mereka segelitir orang yang mengatasnamakan Islam bahkan agama-agama yang ada di Indonesia seharusnya jangan terlalu kaku dalam menafsirkan sistem demokrasi Indonesia. Karena paham demokrasi bukanlah berbau liberal yang bertentangan dengan agama, sebagaimana umumnya demokrasi yang diwacanakan di seluruh dunia.

Tapi demokrasi di Indonesia adalah sistem yang disinergikan dengan konteks kultur, keagamaan dan keindonesiaan. Oleh karenanya, belajar demokrasi dari Gus Dur menurut penulis mampu menjaga eksistensi bangsa ini sebagai bangsa yang plural tanpa harus membedakan antara satu dengan yang lain. Sehingga bangsa ini tetap tebingkai dalam bingkai yang harmonis yakni Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu tujuan. (Tulisan ini dikirim oleh Julkarnain Rajak, PMII Fkm UMI)

PM Kamboja Hun Sen dan istri di acara peringatan tergulingnya rezim Khmer Merah

Kamboja Minta Indonesia Jadi Peninjau Pemilu Negaranya

Pemilu Nasional akan dilangsungkan pada tahun ini.

img_title
VIVA.co.id
2 Februari 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut