Haruskah Berbagi Takjil di Jalan Raya?

Bagi-bagi takjil untuk buka puasa.
Sumber :
  • VIVAnews/Erik Hamzah

VIVA.co.id – Selama Ramadan di kantor saya, di beberapa sudut bisa ditemukan kotak amal bagi setiap karyawan yang ingin bersedekah. Uang yang terkumpul akan dibelikan takjil, dan sorenya dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di depan kantor. Saya perhatikan, ada pengguna motor yang bolak-balik melintas agar mendapat banyak bungkusan takjil.

Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Banyak hal yang membuat saya kemudian berpikir, haruskan membagikan takjil di pinggir jalan? Pertama, terkadang membagikan takjil di jalan raya bisa membuat jalan semrawut. Apalagi jika takjil yang dibagikan bukan sekadar bungkusan kolak. Saya pernah mengalaminya, ketika di Jalan Sidoarjo ada yang membagikan takjil berupa dus makanan komplet. Langsung jalan menjadi semrawut karena pengendara mobil bukan hanya berhenti, tapi ada juga yang turun di jalan untuk mengambilnya.

Kedua, saya mengingat kalimat “Jika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu”. Acara berbagi takjil di jalan raya kok seperti kegiatan pamer. Apalagi jika disertai spanduk organisasi, seragam organisasi, bahkan cap organisasi di kotak takjil yang dibagikan. Saya khawatir niat mencari amalan malah menjadi ajang beraroma riya.

Jokowi Diminta Lerai Konflik Ketua Pramuka dengan Menpora

Ketiga, kadang juga menimbulkan rasa iri bagi orang lain di jalan yang sama tapi tidak diberikan takjil. Bisa saja karena pengendara tidak berada di sisi kiri yang dekat jalan. Rasanya tidak baik menumbuhkan perasaan negatif kepada umat muslim lainnya.

Saya tidak melarang umat muslim berbagi takjil di jalan. Kemungkinan kegiatan ini dikarenakan rasa empati kepada pengguna jalan yang tidak bisa makan takjil saat waktu buka puasa tiba. Tapi kebanyakan saya lihat pemberian takjil tersebut masih jauh dari waktu maghrib. Maka sebaiknya berikan takjil saat mendekati waktu berbuka puasa.

Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat

Saya lebih menyarankan, jika memang ingin membagikan takjil diarahkan saja ke masjid. Dengan demikian, bagi mereka yang berada di tengah perjalanan dan keburu waktu buka puasa datang bisa singgah ke masjid. Bukan hanya berbuka puasa, tapi sekalian salat maghrib berjamaah.

Saran lain adalah memberikan sumbangan takjil ke panti-panti asuhan terdekat. Saya yakin, semua penghuni panti asuhan akan senang dengan pemberian takjil tersebut. Begitu pula dengan pengurus panti. Apalagi saat bulan Ramadan biasanya pengeluaran biaya makan di panti membengkak karena harga-harga bahan pokok melonjak.

Kembali semuanya tergantung niat. Kepada siapapun dan dimanapun hendak berbagi, yang penting ikhlas dan tidak mengganggu ketertiban umum. Dan alangkah bijaknya jika dalam bersedekah juga memperhatikan siapa yang paling membutuhkan. (Tulisan ini dikirim oleh Benny Rhamdani)

Ilustrasi.

Pergilah Dinda Cintaku

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mencintaimu.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2018