Jelang Pilkada 2017, Pati Diteror Kampanye 'Black Magic'
Sebuah komunitas setempat seakan tak puas atas kinerja aparat penegak hukum. Lalu menebar pengumuman/sayembara pada masyarakat. Barang siapa yang bisa menemukan pelaku teror akan diberi hadiah Rp50.000.000. Hingga pertengahan September 2016, belum ada satu pihak yang berhasil mendapat hadiah tersebut.
Teror ini mengingatkan Pilkada Pati 2012 yang juga dibumbui teror serupa. Saat itu seorang peserta Pilkada menyuruh oknum dengan imbalan Rp150.000 untuk menghabisi lawan berat di Pilkada. Caranya dengan menanam buntalan pocong di halaman rumah lawan. Meski misi tanam pocong berhasil, ternyata sang lawan tak lain Haryanto, tetap terpilih menjadi bupati hingga kini.
Di kasus teror sekarang, sasarannya adalah calon wakil bupati Pati yaitu SA yang berpasangan dengan calon bupati Pati, Haryanto. Duet ini relatif menjanjikan karena didukung 8 dari 10 partai/fraksi di DPRD Pati. Anehnya, mengapa yang dibidik SA bukan Haryanto? Beberapa pihak berkata, boleh jadi pembidiknya juga mencalonkan diri sebagai wakil bupati di Pilkada 2017.
Dunia politik di Pati faktanya diwarnai hal-hal beraroma irasional. Apa boleh buat, itu realitanya. Lagi pula konon kabarnya, sejak dulu daerah Pati dikenal sebagai gudang paranormal. Dari kenyataan itu lalu dipertanyakan, beginikah perpolitikan dan demokrasi di Kabupaten Pati, maju atau mundur? (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah) Â