Jika Harga Naik, Apakah Jumlah Perokok Akan Berkurang?
- U-Report
”Ada yang butuh merokok untuk memenuhi kadar kebutuhan nikotin, ada juga yang cukup hanya dengan menghirup asap rokok yang diperoleh saat bersama dengan orang yang sedang merokok,” tegas Darwiz. Ia juga menanyakan berapa banyak orang yang terbukti meninggal gara-gara merokok?
Pada perbincangan sore menjelang malam itu, sejenak terdiam dengan pertanyaan mantan anggota DPRD Jatim tersebut. Darwiz juga mengungkap ada salah satu negara yang sudah membuat obat-obatan yang mengandung nikotin untuk menggantikan rokok. Jadi, ini bisa ditarik benang merahnya bahwa rokok masih membantu bagi kesehatan tubuh.
Kedua, seperti halnya yang sering dilontarkan para perokok, mereka tidak akan membeli rokok legal. Melainkan, mereka akan mengonsumsi rokok hasil dari penanaman tembakau sendiri atau membeli rokok ilegal yang tidak membayar cukai kepada negara. Ketika pengonsumsi rokok legal berkurang, maka pendapatan negara juga akan berkurang. Dan, pabrik-pabrik yang menyediakan rokok ilegal akan semakin ramai, sebab peminat semakin meningkat.
Dampak yang diperoleh dari menurunnya peminat rokok legal yang disebabkan oleh melambungnya harga, bukan hanya pada ketidakstabilan pendapatan negara dan maraknya pabrik rokok yang memproduksi rokok ilegal. Akan tetapi, pabrik yang memproduksi rokok legal akan mengalami kemerosotan dari segi konsumen. Produk yang mereka hasilkan akan lambat untuk terjual. Yang pastinya akan memengaruhi pemasukan pabrik itu sendiri.
Kerja yang mulai berkurang dan pemasukan yang mulai menurun akan menyebabkan pabrik memecat beberapa pegawainya demi menjaga kestabilan sirkulasi keuangan perusahaan. Pemecatan tersebut memberikan warning tersendiri bagi negeri ini. Yang secara otomatis membuat lapangan kerja menjadi sangat minim. Tidak akan mampu menampung semua pekerja pabrik yang dipecat.
Akibatnya, angka pengangguran di Indonesia akan bertambah bahkan bisa saja angkanya akan membludak. Hal seperti ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mengkaji ulang dampak yang bisa menjadi hambatan negara Indonesia dalam merealisasikan target yang berlandaskan hasil survie yang dilakukan oleh Profesor Hasbullah Yhabrany.
Target meminimalisir konsumen rokok, terutama bagi pelajar dan kalangan yang perekonomiannya menengah ke bawah sangat tidak memungkinkan. Sebab, mereka memiliki dua opsi untuk tetap merokok. Yaitu mengonsumsi dari hasil tani mereka sendiri atau membeli rokok yang ilegal dengan harga miring ketika disandingkan dengan rokok legal.