Pengetahuanmu Mengajarkanku Arti Kehidupan

Ilustrasi ayah dan anak.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Ayah, engkau benar bahwa segala sesuatu di dunia ini telah diatur oleh-Nya. Tentang takdir ini, Dia yang Maha Pengasih memberikan aku seorang ayah yang tepat untukku. Kasih sayang darimu, pengorbanan dirimu, segalanya engkau berikan untukku, anakmu.

img_title Curhat Na Daehoon Urus 3 Anak Sendirian: Pengen Nangis, Teriak, Marah, Tapi Aku Gak Bisa Ngelakuin Apa-apa!

Ayahku bernama Rusyadin Latif yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayah lahir dari latar belakang keluarga yang sederhana. Walaupun ayah mempunyai trauma yang mendalam oleh tindakan kakek, tapi ayah tetap menyayanginya. Dan menjadikan hal itu pelajaran yang berguna di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayahku keturunan Jawa yang mempunyai sifat baik. Dari kecil dia melatih diriku agar menjadi wanita yang cerdas di masa depan. Dengan kepandaianmu, kau mengajarkanku apa pun yang berguna nanti dan engkau tunjukkan semuanya. Di usiaku yang baru beranjak 4 tahun, kau sudah mengajarkanku arti disiplin, kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Kau didik anak perempuan ini dengan caramu yang tegas namun lembut.

img_title Bertahun-tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Bocah Ini Akhirnya Berani Cerita ke Guru

Berawal dari dunia film. Di saat anak-anak kecil gemar menonton film kartun, hanya aku saja yang mengerti tentang film fantasy adventure seperti The Lord of The Ring. “Ada film bagus yang harus kau tonton,” ucap ayah ketika film itu dirilis di Indonesia. “Aku ingin menontonnya, ajak aku ke bioskop, Yah!” ucapku.

Aku tahu ayah, di usiaku yang masih kecil, namun kau sudah mengajakku menonton film tersebut karena kau ingin anak perempuanmu mempunyai daya imajinasi yang baik dan berpikir kreatif. Mulai hari itu, dunia imajinasiku terbuka dan mulai menulis tentang sebuah hasil ide kreatif nan menakjubkan.

img_title Pesan Menyentuh Betrand Peto soal 'Ayah Diam Belum Tentu Baik-baik Saja' Jadi Sorotan

“Aku bingung, Ayah. Mengapa ayah mengajarkanku tentang hal baru bukan menggunakan teori melainkan dari praktik?” tanyaku. “Kau tahu sayang, melalui ucapan saja orang bisa salah untuk mempelajari sesuatu. Namun, jika kau belajar praktik langsung, kau baru bisa memahaminya. Kau tahu mengapa? Karena melalui gerakan secara langsung, otakmu menyimpan memori itu dan melihatnya melalui mata. Dan kau akan terus terbayang bahwa dengan belajar hal baru tidak hanya dengan teori namun dengan hal praktik, yang akan berguna di masa datang,” jelas ayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut