Merayakan Kelulusan di Puncak Gunung Slamet

Gapura Gunung Slamet.
Sumber :
  • U-Report

Agus pun berinisiatif menawarkan makanan dan minuman kepada lelaki tersebut. “Mas, kalau mau naik ke puncak usahakan sebelum magrib sudah turun ya,” ucapnya sambil memakan roti pemberian Agus. “Iya Pak, saya hanya sebentar di puncak, lagipula sudah siang juga ini,” jawab saya. Kemudian laki-laki itu mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanannya.

img_title Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Slamet: Satu Ditemukan Lemas, Temannya dalam Pencarian

“Yuk jalan lagi, sudah kelar kan istirahatnya,” ucap Agus. Kami pun melanjutan perjalanan. Tapi di tengah perjalanan muncul keanehan berikutnya. Saat Agus menyanyikan lagu milik Ebiet G Ade yang berjudul Menjaring Matahari, namun lagu itu  sedikit dipelesetkan. Yang harusnya kata kabut, ia ganti dengan kata mendung. Dan Dedi pun menyahut dengan membalik kata mendung menjadi dungmen. Seketika awan hitam muncul dan turun hujan yang cukup lebat. Kami sampai berhenti sejenak untuk mengenakan jas hujan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hujan terus mengiringi langkah kami menuju ke puncak Gunung Slamet. Setibanya di Pos Lima, pos yang kerap disebut Pos Seng, kami melepaskan jas hujan dan menyimpan perlengkapan kami di dalam pos itu. Beberapa saat kemudian hujan pun reda, kami bergegas melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi sampai ke puncak.

img_title Viral Foto Pembukaan Lahan PLTP di Gunung Slamet, Kementerian ESDM Buka Suara

Setibanya di puncak gunung, rasa lelah kami terbayarkan dengan pemandangan indah yang disajikan Gunung Slamet. Kami pun merasa puas dan meluapkan kegembiraan kami dengan berteriak-teriak sekuat tenaga. Setelah kami puas menikmati keindahan puncak Gunung Slamet, kami pun kembali ke Pos Lima untuk mengambil perlengkapan kami dan kembali turun.

Tepat azan magrib kami sampai di kediaman kuncen Gunung Slamet. Kami disambut oleh istri sang kuncen tersebut. Disuguhi pula makan malam yang begitu banyak dan diberi tempat beristirahat untuk tidur sejenak sebelum kami meninggalkan Gunung Slamet. Pagi-pagi buta kami sudah bangun dan mulai berbenah untuk pulang kembali ke Jakarta.

img_title ESDM Pastikan Lingkungan Gunung Slamet Dipulihkan usai Pengelolaan Panas Bumi

Saat saya keluar rumah, berdiri sang kuncen menghadap ke arah puncak gunung ditemani sebatang rokok linting khas Jawa. Saya menyapa sang kuncen dan sedikit menanyakan kejadian aneh yang terjadi. “Mbah, kok semalam saya dengar suara dangdut ya di Pos Tiga?” tanya saya penasaran. Sang kuncen hanya menjawab dengan senyuman dan saya pun kembali bertanya, “Mbah, kemarin saya juga lihat orang turun sendirian basah kuyup. Itu tidak apa-apa, Mbah?”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut