Panorama Eksotis di balik Legenda Gunung Tangkuban Perahu
- U-Report
Setelah selesai, kami pun bertanya kepada salah satu warga sekitar yang berjualan di sana tentang berapa jarak kawah Gunung Tangkuban Perahu dengan tempat kami berada. Warga tersebut pun menjawab sekitar 2 km untuk mencapai kawah Gunung Tangkuban Perahu ditambah jalan yang cukup menanjak untuk sampai di sana. Kami pun cukup kaget karena ini kali pertama kami semua berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu.
Kakakku pun berusaha menyemangati kami semua. Setelah semuanya mengumpulkan semangat kami pun menuju kawah Gunung Tangkuban Perahu. Saat itu sangat ramai orang yang mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu. Cukup berdesakan kami berjalan menuju ke puncak. Walaupun sebenarnya di sana ada warga sekitar yang menyewakan jasa ojek untuk sampai ke puncak, namun kami tetap semangat untuk berjalan menuju kawah Gunung Tangkuban Perahu.
Setelah sekitar 20 menit akhirnya kami sampai ke puncak Gunung Tangkuban Perahu. Lelah dan letih sedang kami rasakan. Namun, karena pemandangan dari Gunung Tangkuban Perahu yang cukup indah, lelah dan letih kami pun hilang seketika. Cukup lama kami berjalan-jalan di sekitar Gunung Tangkuban Perahu. Hal yang paling indah adalah saat kami melihat pemandangan seluruh kota terlihat dari atas.
Hawa dingin makin terasa seiring bergesernya matahari dan menandakan sore hari akan tiba. Saat jam menuju pukul 16.30, kami sudah merasa cukup puas dan senang dapat berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu yang penuh dengan cerita legenda. Kami pun bergegas untuk kembali ke parkiran. Tak lupa kami istirahat dahulu sambil menunaikan salat asar sebelum pulang ke rumah.
Setelah semua selesai, tepat jam 17.30 kami keluar dari Gunung Tangkuban Perahu. Hawa dingin makin terasa masuk ke dalam mobil kami. Di tengah perjalanan pulang pun ternyata kami masih dihampiri kemacetan yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan pukul 18.00 Gunung Tangkuban Perahu sudah mulai ditutup dan tidak menerima pengunjung lagi.
Tepat pukul 20.30 akhirnya kami pun sampai rumah dengan rasa lelah yang menyelimuti tubuh. Namun, tak luput dari rasa senang. Dan rasa penasaran kami sudah terbayar lunas dengan panorama eksotis yang dimiliki Gunung Tangkuban Perahu. (Tulisan ini dikirim oleh Salman Farisyi)