Jerih Payah Seorang Tukang Sol Sepatu

Tukang sol sepatu
Sumber :

VIVA.co.id – Usianya yang menginjak 50 tahun memang sudah tidak muda lagi. Membuat fisiknya tak sebugar waktu ia muda dulu. Meskipun begitu, niatnya untuk mencari pelanggan tak kunjung padam. Butir-butir air yang menetes di dahinya melengkapi langkahnya  mulai dari satu daerah ke daerah lain. Hal ini ia lakukan sejak matahari terbit hingga menjelang padam.

img_title Jalan 6 Kilometer Lewati Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Bikin Haru

Dua buah kotak yang berisikan benang dan jarum jahit ia pikul. Menggunakan setangkai bambu yang diikatnya melintang di atas bahu. Satu demi satu sepatu mulai ia rajut guna mempercantik sepatu para pelanggannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang istri dan dua orang anak yang sedang menunggu di rumah selalu mendukung dan berdoa atas usaha yang dilakukannya. Selembar kertas yang bernominalkan mulai ia kumpulkan untuk kepentingan masa depan anak-anaknya.

img_title Ikhtiar, Sabar, dan Doa: Tiga Kunci Menuju Perubahan Hidup yang Bermakna

Bertahun-tahun ia menjalankan usaha ini dengan semangat ihklas dan sepenuh hati. Mengingat istri dan anaknya yang selalu mendoakan supaya ayah mereka cepat pulang sesuai dengan harapan yang mereka inginkan.

Dua orang anaknya yang semakin dewasa menambah beban biaya hidup keluarganya. Hal inilah yang menyebabkan dirinya semakin bergelora untuk menciptakan sebuah usaha baru dengan menggunakan hasil jerih payahnya saat menjadi tukang sol sepatu.

img_title Dulu Upahnya Cuma Rp150 Ribu, Mantan ART Asal Tasikmalaya Kini Cetak Hattrick Emas di Asean Para Games 2025

Dengan luas tanah yang tidak begitu besar, berkisar antara 6x6 meter persegi, ia mulai berani memberikan modal usaha untuk kedua anaknya. Berdirilah sebuah tenda yang ia peruntukkan sebagai rintisan usaha dalam memperbaiki keuangan keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua tahun berlalu, usaha yang telah dirintis keluarganya sebagai warung pecel lele itu membuahkan hasil. Keuntungan yang diperoleh semakin membuat ia berani untuk membuka cabang baru di beberapa tempat di Kabupaten Bogor. Usaha ini dipegang penuh oleh kedua anaknya yang masing-masing membuka cabang sendiri.

Dengan usahanya yang memiliki keuntungan lebih tidak lantas membuat mereka lupa akan usaha yang dilakukan oleh orang tuanya. Dan orang tuanya sendiri masih tetap menjajakan jasa sebagai tukang sol sepatu keliling. (Tulisan ini dikirim oleh Muhammad Nur Taaufiqul Hafizh dan Satrio Pribadi, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

Sosok Hendra Arifin, pendiri HokBen

Mengenal Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Tinggalkan Karier sebagai Insinyur, Keputusannya Sempat Ditentang Keluarga

Mengenal Hendra Arifin, sosok yang meninggalkan karier sebagai insinyur demi membangun HokBen. Kisahnya penuh tantangan hingga memiliki ratusan gerai di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut