Jejak Seorang Anak Asongan Meraih Sukses
Beranjak SMA, anak asongan yang memiliki kulit hitam dan kurus ini mulai terlihat kenakalannya seperti anak remaja lain. Saat duduk di SMA 38 Jakarta, ia memiliki motor yang pada zaman itu sudah sangat keren di kalangan remaja. Dia sering sekali jalan sama cewek-cewek, sampai di cap John Playboy. Namun tidak ada yang kesal dan marah, sebab John terbuka dan mempunyai karisma yang baik saat diajak mengobrol.
Anak asongan yang sering sekali dimintai tolong mengoreksi tugas teman-temannya oleh sang guru saat SMP, kini nilainya telah merosot. Terutama saat ia mulai mempunyai motor. John juga pernah dipukul oleh sang ayah memakai sapu ijuk sampai gagang sapu tersebut patah. Dikarenakan ia telah melanggar peringatan dari sang ayah yaitu, “Boleh main tapi jangan pulang malam-malam”. Tapi ia terlena saat asyik menonton layar tancap, sampai akhirnya ketiduran di bawah pohon pisang dan berakhir pulang saat pagi hari.
Sang ayah berkeinginan untuk menjadikan anak ketiganya tersebut sebagai perwira, melebihi pangkatnya. Perwira adalah anggota tentara atau polisi yang berpangkat di atas bintara yaitu letnan dua. John telah lulus di ujiannya menuju perwira dengan mulus tanpa hambatan. Namun saat tahap ujian akhir yaitu wawancara, ternyata harus memakai uang sekian juta untuk diloloskan menjadi perwira.
John tidak mau memakai uang. Hal tersebut membuatnya tidak lulus menjadi perwira TNI. Tentu saja sang ayah saat itu merasa kesal. Namun apa daya, pangkat sang ayah hanya di bawah mereka dan tidak berani menentang keputusannya.
Johny kembali lagi menjadi pedagang asongan dan sempat diremehkan oleh saudara-saudara lainnya karena pendidikan yang ditempuhnya hanya sampai SMA. Namun Johny tidak mudah putus asa. Ia mengikuti ujian perwira TNI Angkatan Laut secara diam-diam dan membanggakan sang ayah. Lagi-lagi ujian berjalan mulus tanpa hambatan.
Saat sesi terakhir wawancara, ia tidak ditanya tentang pembayaran dan semacamnya. “Tujuan kamu masuk ke akademi pelayaran ini mau apa?” tegas penguji wawancara yang terkenal galaknya. Johny mengatakan dengan berani dan tegas, “Siap Pak, saya ingin menjadi orang kaya, Pak!” Tanpa berkata macam-macam lagi sang penguji mengatakan, “Baik kamu lulus”.