Menikmati Keindahan dari Puncak Gunung Merbabu

Keindahan Gunung Merbabu.
Sumber :

Minum langsung dari sumber mata air membuat tenggorokan terasa sangat segar. Setelah beristirahat kita berjalan sambil memikul tas gunung yang semakin besar dan berat. Rindangnya pepohonan membuat udara menjadi lebih segar. Terlihat tetesan embun jatuh ke tanah dan suara burung-burung berkicau yang membuat kita sangat menikmati pendakian.

img_title Api di Hutan Gunung Merbabu Padam, 436 Hektare Lahan Terbakar

Setelah melewati Pos 2, hutan yang tadinya sangat lebat sedikit demi sedikit berkurang. Pos 3 lumayan luas membuat beberapa pendaki mendirikan tenda untuk bermalan di sana. Setelah Pos 3, sudah sedikit pohon-pohon besar. Yang ada hanya ilalang dan rerumputan yang terlihat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jalur yang semakin menanjak dengan tas yang besar dan berat sangatlah menguras tenaga. Kabut yang turun dan hembusan angin yang sangat kencang membuat bulu kuduk merinding. Jalur yang semakin terjal dan licin membuat setiap pendaki harus sangat berhati-hati memilih pijakan kaki yang benar.

img_title TNI Dikerahkan Bantu Pemadaman Gunung Merbabu

Sesampainya di Pos 4, hujan yang sangat deras ditambah hembusan angin yang sangat kencang membuat badan menggigil. Tepat pukul 5 sore langsung saja kita bergegas mendirikan tenda, dengan kondisi badai. Setelah tenda tersusun, kita pun masuk ke dalam untuk mengganti pakaian. Sekitar 3 jam badai menerpa tenda yang kita buat, sebelum akhirnya reda

Bintang yang bertebaran di langit dan dari bawah terlihat kilauan lampu rumah warga dan lampu dari kendaraan membuat semuanya terlihat sangat indah. Waktunya untuk beristirahat dikarenakan sudah larut malam. Badan perlu istirahat untuk melanjutkan pendakian esok hari.

img_title Banyak Satwa dan Tumbuhan Mati Akibat Kebakaran Gunung Merbabu

Suara orang terdengar di luar tenda membuat kita terbangun dan langsung keluar. Jaket tebal, celana panjang, sarung tangan untuk melindungi dari dinginnya udara. Ternyata sudah pukul setengah 6 pagi, yang berarti matahari sebentar lagi akan memunculkan sinarnya.

Sedikit demi sedikit sinar sang surya terlihat membuat setiap mata yang melihat berdecak kagum atas keindahan yang terpancar. Matahari yang meninggi membuat udara yang tadinya dingin berubah menjadi hangat. Tak disangka tenda yang berdiri ternyata berdekatan dengan jurang yang berada di samping tenda kami. Ada 3 tenda yang bersampingan dengan jurang yang di depannya ada tiang pemancar yang sudah tidak terpakai menjulang tinggi ke langit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut