Keingintahuan adalah Kunci Kehidupan bagi Mahasiswa Ini
- VIVA / Januar AS
Kini, saat di bangku kuliah, wanita ini sudah dapat memastikan dirinya memiliki pemahaman dalam 3 bahasa asing yaitu Jepang, Korea, dan Inggris yang menjadi modal dirinya untuk menginjak dan memastikan masa depan di dunia pekerjaan. Pengalaman yang sudah dia kantongi, seperti dirinya pernah menerjemahkan komik-komik Jepang dan Korea. Dia juga pernah membantu kakak sepupunya untuk bertahan di Negeri Jepang. Ia menjadi translator tantenya yang pergi ke kota Tokyo Jepang. Karena tantenya tidak paham bahasa Kanji dan lainnya, maka dia membantunya melalui smartphone.
Pengalaman yang sangat dia banggakan adalah saat untuk pertama kalinya dia menerjemahkan film kartun kesukaannya, yaitu film Doraemon yang akan rilis di Indonesia tahun 2017. Dia menjadi salah satu penerjemah dari bahasa Jepang ke Indonesia. Memang tidak sampai full, namun dia mendapat bagian sebagai time coding. Ia sendiri yang memasukkan terjemahan bahasa itu ke dalam film tersebut dari awal sampai akhir.
Pengalaman hidup yang amat sangat membahagiakan. dimulai dari kesukaannya terhadap kartun Doraemon, ketertarikan yang membuat pengalaman sebesar ini terkabul, film masa kecil yang selalu dilihat. Dan saat ini, karena proyek tersebut dia sudah menonton perdana film tersebut sebagai fans Doraemon asal Indonesia. Pertama kali film tersebut datang ke Indonesia, dia menjadi salah satu orang beruntung yang membuat anak-anak pecinta kartun ingin menjadi dirinya karena bisa menyaksikan pertama kali film tersebut tiba di Indonesia.
Jalan hidup tidak semulus yang dipikirkan, tidak mudah untuk mencapai itu semua. Dia juga pernah merasakan sakit saat terjatuh. Banyak orang meremehkan karena iri dengan apa yang dia lakukan. Anggapan pelajaran haruslah dipelajari dari sekolah, meremehkan kepercayaan dirinya untuk belajar bahasa asing dengan kemampuan individu.
Karena banyaknya cibiran dan hinaan, pernah membuat dirinya sama sekali tidak mau lagi mempelajari bahasa Jepang dan Korea. Namun dia bangkit. Ketika SMA, pelajaran yang kebetulan diajarkan di sekolahnya ternyata adalah bahasa Jepang. Dengan nilai yang baik, selalu mendapat nilai tidak kurang dari 90, membuat kepercayaan dirinya meningkat. Dia menjadi kebanggaan salah satu siswa di sekolah tersebut, dan dirinya diperkenankan berpidato bahasa Jepang saat upacara dan kelulusan SMA.