Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menuntut Ilmu

Sosok Elin Herlina yang pantang menyerah.
Sumber :

VIVA.co.id – Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap perilaku-perilaku buruk atau kenakalan. Karena usianya yang masih muda dan pengalaman akan kehidupan yang masih minim seringkali menyebabkan remaja terjerumus untuk berperilaku tidak baik. Dari hal yang paling kecil, seperti bolos sekolah hingga membuat keonaran yang meresahkan masyarakat.

img_title Mengenal Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Tinggalkan Karier sebagai Insinyur, Keputusannya Sempat Ditentang Keluarga

Namun, tak sedikit pula remaja yang memilih untuk berperilaku baik dan membanggakan banyak orang. Elin Herlina (20) salah satunya. Gadis dengan kehidupan remaja yang berbeda dengan remaja pada umumnya. Semenjak lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia telah memilih untuk dapat menguasai bahasa asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di kala remaja, saat yang lainnya malas-malasan belajar, Elin memberanikan diri meninggalkan keluarganya untuk belajar bahasa Inggris lebih serius di Jawa Timur. Selama empat bulan ia mulai memperdalam kemampuan bahasa Inggrisnya di Kediri, Jawa Timur atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kampung Inggris.

img_title Jalan 6 Kilometer Lewati Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Bikin Haru

Ia lebih memilih belajar bahasa Inggris saat lulus dari SMP karena menurutnya, ilmu yang nantinya diperoleh dapat langsung digunakan ketika  SMA. "Kalo dari lulus SMP kan ilmunya bisa langsung dipakai pas SMA," ujarnya.

Setelah menyelesaikan pembelajarannya di Kampung Inggris, Elin mengaplikasikan ilmunya di suatu klub bahasa Inggris milik orang tua angkatnya. Di klub ini, ia berbagi ilmu dengan mengajarkan bahasa Inggris kepada anggota-anggota klub. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, kemampuan berbahasa Inggrisnya pun semakin meningkat.

img_title Ikhtiar, Sabar, dan Doa: Tiga Kunci Menuju Perubahan Hidup yang Bermakna

Setelah lulus dari SMA, gadis kelahiran Bekasi ini memutuskan untuk bekerja. Ia bekerja sebagai staf di salah satu perguruan tinggi swasta. Tidak hanya itu, di usianya yang muda ini Elin juga ditetapkan sebagai asisten dosen bahasa Inggris di perguruan tinggi tempatnya bekerja.

Namun, karena jenjang pendidikannya yang rendah, tak sedikit rekan kerja yang meremehkannya. Tak jarang pula ia mendapat celotehan dan pandangan sinis hanya karena statusnya sebagai asisten dosen dengan lulusan SMA. Namun hal ini tidak menjadikannya larut dalam kesedihan. Justru ini menjadi motivasi baginya untuk dapat kuliah. "Gara-gara itu aku jadi semangat buat kuliah. Iya, aku harus kuliah" tekadnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut