Jatuh Bangun dan Sepak Terjang PMII Rayon FKM UMI Makassar

PMII FKM UMI saat menggelar pengajian bersama.
Sumber :

VIVA.co.id – Di tengah-tengah arus pergolakan organisasi, PMII Rayon FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) UMI Makassar tetap eksis menunjukkan taringnya. Walaupun selalu dibungkam oleh kaum fanatisme sempit. Itu semua dihadapi dengan kekentalan PMII akan romantisnya sebuah persahabatan, konsisten, saling membantu dan melindungi. Sebagaimana laksana filosofi yang tertera pada logo perisai biru kuning.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Dari akar sejarah PMII Rayon FKM UMI lahir dan membentangkan sayap di era sahabat Nur Khalik sebagai ketua pertama. Dan dengan silih bergantinya waktu, PMII Rayon FKM UMI pernah mengalami mati suri pada tahun 2012. Namun selang waktu beberapa tahun, mulailah tumbuh bibit-bibit yang akan meneruskan dan membangun rayon FKM dari tidurnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tepat pada tahun 2014, PMII rayon FKM mulai mendeklarasikan dirinya berkat dorongan dari sahabat se-rayon komisariat UMI. Ketua umum cabang Makassar, Basri. L mendapatkan restu dari sahabat Rasyid Tunny sebagai mantan ketua rayon PMII FKM UMI pada periode 2008-2009. Dan pada saat itu terpilih sahabat Julkarnain Rajak sebagai ketua yang menjadi penerus tonggak gerakan PMII rayon FKM.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

“Untuk membangun kembali rayon tidaklah mudah seperti membalikkan sebuah telapak tangan. Dengan jumlah kader hanya segelintir dan minim, tapi tidak menjadi sebuah persoalan untuk membangun kembali peradaban yang pernah runtuh,” tutur ketua PMII Cabang  Makassar, Basri L. Dia juga mengatakan bahwasanya, kami ini adalah perintis (pelopor) bukan penikmat organisasi. Tentunya membangun kembali organisasi tidaklah mudah dalam menghadapi banyaknya tantangan.

Persaingan simbol bendera antar organisasi menjadi tantangan terbesar PMII rayon FKM.  Pada saat itu, ada salah satu tetangga organisasi yang dianggap kelas kakap yang akan mencekal dengan bertopeng dan berselimut pada salah satu organ intra kampus. Mereka mencoba merobohkan mental kami. Tetapi sahabat-sahabat sang perintis saat itu tetap teguh dalam pendirian dan tak goyah dari ancaman. Sempat tertutur kata dari mulut harimau mereka, “Di FKM, kami adalah mayoritas. Kalian tidak akan bisa besar!”

img_title Jokowi Diminta Lerai Konflik Ketua Pramuka dengan Menpora

Perkataan mereka tidak sedikitpun melunturkan semangat juang kami saat itu.  Bahkan itu kami jadikan sebuah batu loncatan untuk bersaing secara sehat menjadi organ yang akan selalu eksis dan menunjukkan taring masing-masing. “Sebelum mengamanahkan jabatan sebagai ketua rayon FKM UMI, saya akan membirukuningkan FKM,” ujar Julkarnain Rajak

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut