70 Tahun HMI Berjuang untuk Umat dan Bangsa
VIVA.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar malam puncak dalam rangka Dies Natalis ke-70 di Smasco Hall Indonesia yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, para KAHMI, pimpinan organisasi Cipayung Plus, dan pimpinan Badko (Badan koordinasi) cabang HMI seluruh Indonesia.
“Semoga dengan Dies Natalis HMI ke-70 ini menambah spirit kader HMI seluruh Indonesia untuk merefleksi kembali, meneladani Almarhum Prof. Lafran Pane sebagai penggagas berdirinya HMI, serta mengaplikasikan nilai-nilai perjuangan HMI dalam visi keumatan dan kebangsaan,” ucap Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir.
HMI sebagai organisasi perjuangan, tentunya akan selalu berada di garda terdepan saat melihat penindasan terhadap golongan manapun. Sebab, bagi HMI visi keumatan dan kebangsaan tak hanya terpaku pada satu golongan dan penganut agama tertentu saja, melainkan pada semua golongan. Tak peduli apapun latar belakang agamanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi juga turut hadir dan memberikan sambutan mewakili Pemerintah dalam kegiatan malam puncak Dies Natalis HMI ke 70. “Selamat Dies Natalis kepada HMI yang ke-70, semoga tetap konsisten dalam berjuang untuk keumatan dan kebangsaan. Saya Juga berharap HMI menjadi gerbang terdepan dalam penerapan nilai-nilai keislaman dan menjadi perajut kebhinekaan dan NKRI,” ujar Menpora, Imam Nahrowi.
Dalam kesempatan ini juga, HMI menyampaikan sepuluh komitmen keumatan dan kebangsaan yang merupakan hasil rekomendasi dari peserta Silatnas yang dihadiri oleh pimpinan Badko cabang seluruh Indonesia. Sepuluh komitmen tersebut, antara lain:
Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan segala keanekaragaman suku, agama dan budaya. Menegakkan dan menyebarkan ajaran Islam dengan sepenuh-penuhnya berdasarkan Alquran dan hadis. Menjadi garda terdepan dalam menjaga wibawa dan kehormatan alim ulama sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Menegakkan hukum yang berkeadilan dan menolak pelaksanaan hukum yang diskriminatif terhadap masyarakat Indonesia. Melindungi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, menolak segala bentuk eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah, kompetitif dan berdaya saing global.