Semangat Sodik untuk Keluar dari Keterbatasan
- sp2010.bps.go.id
VIVA.co.id – “Cita-cita kamu mau jadi apa?” tanya Syahid, Kepala Asrama BSD suatu hari. “Mau jadi guru, Bi,” jawab Sodik. “Memang apa alasannya kok kamu mau jadi guru?” tanya Syahid lagi. “Ya, saya ingin jadi guru karena bisa membagi ilmu saya,” ujarnya.
Percakapan suatu hari antara Syahid, biasa dipanggil Abi, dan salah satu anak asuhnya yang berprestasi, Sodik, menjadi awal mula Syahid mengenal mimpi anak asuhnya itu. Sodik, biasa ia disapa, punya nama lengkap Sodikin. Remaja asal Sasak Gantung, Tajur Halang, Kabupaten Bogor ini lahir sebagai anak kelima dari delapan bersaudara.
Pembawaannya yang aktif dan semangat kontras dengan kondisi keluarganya yang begitu sederhana, diakui Syahid menjadi ciri khas pribadi Sodik sehari-hari. Walau datang dari kalangan kurang mampu secara ekonomi, Sodik tidak pernah terlihat minder.
Kemiskinan bukanlah sesuatu yang terus ia ratapi. Bahkan, siswa kelas 7 SMP yang berayahkan seorang pedagang dan sang ibu yang hanya ibu rumah tangga biasa ini mendapat suntikan semangat hidup dari keduanya. Kekurangan harta tak menghalanginya maju melangkah ke masa depan. Sudah tertanam dalam hatinya, ia tak akan pernah menyerah pada keadaan.
Dukungan moral kedua orang tuanya diperkuat oleh salah satu kakaknya yang lebih dulu berhasil. Dialah Dede Junaidi, salah satu alumni Asrama Rumah Yatim Rawasari. Berkaca pada sang kakak, ia terinspirasi mengikuti jejak kesuksesannya.
Syahid mengisahkan, Sodik mengagumi kakaknya yang telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di bidang hukum, Universitas Al Azhar, Jakarta. Kini, Dede sudah bekerja meniti kariernya. Baginya, Dede adalah wujud nyata dari doa orang tuanya selama ini. Kesuksesan dapat dimiliki siapapun di muka bumi ini tanpa terkecuali.
Sejak pertama kali melangkahkan kaki ke Asrama Rumah Yatim, Syahid merasakan energi yang terpancar dari sosok Sodik yang membuatnya berbeda dari anak seusianya. Meskipun tampak dari luar, Sodik yang kala itu masih duduk di kelas 5 SD masih seperti bocah yang ceria, tak mau diam, dan sedikit jahil. “Semakin hari, kepercayaan dirinya semakin tumbuh, dan punya kemampuan public speaking yang baik,” ungkapnya.