Mirisnya Kehidupan Warga Kampung Sinar Labah Lampung

Penyerahan bantuan untuk warga Kampung Sinar Labah, Lampung.
Sumber :

VIVA.co.id – Dia kembali datang ke Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, tetapi bukan untuk dirinya. Dia meminta bantuan untuk warganya, lebih tepatnya para tetangganya yang ada di Kampung Sinar Labah, RT 06 LK 02, Desa Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

img_title Viral Alquran Dilempar Petugas saat Eksekusi Rumah Yatim Piatu

Menurutnya, ada 100 warga tidak mampu di sana yang membutuhkan uluran tangan para aghnia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia adalah Arwani. Seorang pria bersahaja dan sederhana. Hartanya memang tidak mencukupi untuk menolong masyarakat di desanya, namun dia tidak berpangku tangan. Dia berusaha semampunya, salah satunya dengan ilmu yang dia miliki. “Ilmu agama orang-orang di kampung saya masih sangat kurang,” paparnya.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Maka dengan tulus ikhlas dia pun memberanikan mengajar dan terkadang menjadi pemimpin tahlilan warga di sana. Ternyata usahanya tidaklah cukup. Karena bukan hanya lapar rohani, warga di sana pun lapar jasmani. Kondisi perekonomian di sana sangat memprihatinkan, karena kampung itu adalah kampung terisolir dari hiruk-pikuk Ibu Kota Lampung.

Kampung tersebut termasuk kampung yang rawan pangan. Masyarakat di sana hampir semua buruh serabutan, termasuk  Arwani sendiri  yang sehari-hari hanya bekerja sebagai pemulung sampah. “Saya ingin membantu mereka. Saya harap Rumah Yatim tak hanya membantu saya saja, tapi juga membantu warga di kampung saya,” paparnya kepada Welly, Kepala Asrama Tanjung Karang.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Sebenarnya, letak gedung-gedung pemerintahan dan perkantoran, salah satunya kantor gubernur dan kantor pajak sangatlah dekat. Tapi karena jalan menuju ke sana sempit, dan bahkan jika tidak tahu jalan akan tersasar, menjadikan kampung tersebut tak pernah tersentuh. Maka tak heran, jika warga di sana selain miskin juga berpendidikan rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumah Yatim sangat menghargai perjuangan beliau dalam upaya membantu warga sekitarnya. Maka bersamaan dengan diadakannya pembagian santunan sembako di Asrama Tanjung Karang, Rumah Yatim pun mengundang warga Sinar Labah untuk datang, meski hanya setengahnya saja yakni 50 orang.

Tak disangka, 50 orang tersebut  datang dengan berjalan kaki padahal jarak antara Rumah Yatim Tanjung Karang dan Kampung Sinar Labah sekitar 1 km. Terlihat nenek-nenek tua berusia 70 tahun menghampiri dan menunggu antrian pembagian sembako. Kondisi yang sangat miris. Jauh-jauh mereka tempuh demi bahan sembako yakni beras, teh, minyak, gula dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut