Baik Buruknya Kehidupan Tergantung pada Cara Pandang Anda
Di kantor tempat Anda bekerja misalnya. Ketika manajer Anda menegur pekerjaan Anda yang lambat, bila Anda melihat itu sebagai ketidaksukaan manajer kepada Anda, maka Anda pasti hidup dalam perasaan tertekan di sepanjang jam-jam kerja Anda. Ini artinya Anda tidak akan mendapatkan kepuasan kerja. Apalagi menikmati kebahagiaan dan kesenangan di lingkungan tempat kerja Anda. Anda akan merasa tersiksa dan pasti berniat resign.
Jelas, di sini cara pandang Anda yang membuat Anda tidak mendapatkan hal-hal terbaik. Bandingkan jika Anda bersikap positif atas sikap manajer Anda dengan segera memperbaiki diri sendiri dan mempercepat cara kerja, niscaya Anda akan mendapatkan perhatian dan pujian dari manajer Anda.
Memang tidak mudah menerima penilaian orang lain atas diri kita. Namun, yakinlah bahwa orang-orang yang merasa terhina atas ucapan dan tindakan orang lain akan terkungkung dalam penderitaan. Sebaliknya, orang-orang yang memanfaatkan hinaan dan ucapan negatif orang lain sebagai cerminan untuk memperbaiki diri, pastilah akan tersenyum bahagia dalam menjalani bahtera kehidupan.
Ketika orang-orang melemparkan kebencian kepada Anda, biarkan mereka. Jangan balas mereka dengan kebencian pula. Tetapi ubahlah semua kebencian itu menjadi kebaikan yang Anda berikan untuk semua orang tanpa pilih kasih. Jika Anda ikut bereaksi dengan hal-hal negatif juga, maka kebencian dan ketidak bahagiaan akan hadir bersama penderitaan panjang menempatkan Anda pada ketidaknyamanan hidup.
Ketika Anda hanya berputar dalam pola kehidupan aksi dan reaksi sambil mengejar untuk membalas perbuatan-perbuatan negatif orang lain, maka Anda tidak akan pernah menemukan kedamaian hidup, melainkan penderitaan. Realitas kehidupan Anda akan terasa lebih indah dan menyenangkan ketika Anda mulai melihat semua kejadian dalam kehidupan Anda sebagai cara Tuhan untuk membimbing Anda menuju puncak kebahagiaan tertinggi di kehidupan Anda. (Tulisan ini dikirim oleh Andi Kamal, Makassar)