Peran Pemerintah untuk Generasi Mendatang
- ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Oleh karena itu, dalam rangka menuju Indonesia baru, tentunya sejarah akan mencatat pilihan-pilihan yang diambil oleh para pengambil kebijakan, khususnya mengenai nasib generasi muda Indonesia ke depan. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan para pemimpin Indonesia saat ini ialah:
Pertama, sejatinya orientasi pengambilan keputusan penting pemerintah pusat dan daerah di bidang pendidikan, pembangunan manusia, dan pengelolaan sumber daya alam, ketahanan energi, ketersediaan pangan, akses dan infrastruktur, kawasan industri, kebutuhan listrik, dan termasuk kebijakan perpanjangan izin bagi perusahaan yang melakukan eksplorasi kekayaan alam dan pengembangan reklamasi wajib mengutamakan kepentingan jangka panjang dan tidak berfokus pada kepentingan ekonomi sempit/golongan/kelompok tertentu (focus to the next generation).
Kedua, pentingnya sinkronisasi kebijakan antar para pemimpin sebagai dampak pemilihan langsung tiap lima tahunan dengan serangkaian agenda janji politik atau visi dan misi yang perlu diselaraskan. Agar tujuan pembangunan yaitu kesejahteraan rakyat tidak terhenti di tengah jalan alias mangkrak atas ulah pemimpin yang mengedepankan kepentingan elektoral/pencitraan dan mengesampingkan urgensi pembangunan. Sehingga, penting untuk dilakukan evaluasi atas berbagai proyek pemerintah yang hanya berdampak untuk kepentingan ekonomi jangka pendek, namun berpotensi membawa dampak negatif dan tidak memiliki urgensi bagi kepentingan rakyat yang lebih luas.
Ketiga, memastikan orang-orang baik untuk menjalankan pemerintahan. Lee Kuan Yew dalam bukunya The Big Ideas of Lee Kuan Yew berujar, “My experience of developments in Asia has led me to conclude that we need good men to have a good government (good people make good laws). However good the system of government, bad leaders will bring harm to their people”. Hal ini penting, oleh karena hukum yang baik, pemerintahan yang baik, akan menciptakan kondisi yang memungkinkan good people untuk menjadikan suatu negara sukses.
Keempat, keberanian mengambil berbagai terobosan untuk perubahan dan mau menerima masukan. Di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan, partisipasi generasi muda perlu dikembangkan. Sehingga pemerintah wajib membuka diri terhadap ide-ide baru. Seperti electronic voting dalam Pemilu/Pilkada, transparansi rapat melalui Youtube, keterbukaan penggunaan dana, transparansi di bidang penegakan hukum, pengembangan startup, akses pembiayaan yang merata, dan pengaturan terhadap berbagai perkembangan teknologi yang lebih fleksibel (contoh aturan transportasi online yang berbelit-belit).