Saat Semakin Hilangnya Rasa Manusiawi dan Fitrah

Ilustrasi KDRT
Sumber :

VIVA – Seorang anak di Pekalongan yang masih berumur 3,5 tahun ditusuk menggunakan pisau oleh ibu kandungnya sendiri. Diduga saat itu si ibu dalam keadaan stres dan depresi. Beberapa hari setelah kejadian tersebut, warga Jakarta Timur digemparkan dengan penembakan di sebuah klinik di mana yang menjadi korban adalah seorang dokter yang ditembak suaminya sendiri.

img_title Bela Zulhas, Politisi PAN Sesalkan Ada Penggiringan Opini Negatif Terkait Video Makan di Aceh

Diduga, saat itu sang suami sedang mengalami gangguan psikotik dan di bawah pengaruh obat. Sehari setelahnya, lagi-lagi seorang ibu dengan keji membunuh anaknya yang menangis dengan menyemprotkan obat nyamuk ke wajah anaknya agar diam. Diduga sang ibu mengalami gangguan jiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sungguh miris melihat keadaan sekarang. Saat keluarga yang seharusnya menjadi tempat singgah dan bernaung, menjadi tempat paling nyaman bagi setiap anggotanya, namun malah banyak keluarga yang tidak segan melakukan tindak kekerasan di dalam rumahnya terhadap orang-orang di sekelilingnya. Bukan hanya menyebabkan luka secara fisik dan batin, tapi tak jarang yang hingga menyebabkan kematian.

img_title Respons Istana Soal Tulisan Opini di Detikcom yang Dihapus: Naikkin Lagi Saja

Fitrah dalam diri setiap manusia yang saling menyayangi seolah sangat minim, bahkan cenderung hilang. Begitu banyak faktor yang menyebabkan seseorang dengan tega menyakiti keluarganya sendiri. Faktor kurangnya ilmu agama, sosial, bahkan himpitan ekonomi yang sering menjadi permulaan cekcok dalam rumah tangga.

Karena di era kapitalis saat ini, standar kehidupan masyarakat pada umumnya seolah-olah berubah. Bahagia dalam pandangan masyarakat hanya dipandang melalui banyak atau tidaknya harta yang dimiliki. Sejatinya, Allah SWT menganugerahkan kepada setiap insan di muka bumi ini memiliki naluri untuk saling menyayangi.

img_title Penulis Opini di Detik.com Kritik Jenderal TNI di Jabatan Sipil Diduga Diintimidasi

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Jika semuanya dikembalikan kepada aturan Allah bukan kemustahilan harmoni dalam keluarga akan tercipta. Karena orang yang beriman akan senantiasa menjadikan ketakwaan kepada sang khalik merupakan standar kebahagiaan, bukan pada harta seperti yang terjadi pada era kapitalis saat ini. (Tulisan ini dikirim oleh Syifa Nurjanah)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Kemenkeu Raih Opini WTP ke-15 secara Berturut-turut dari BPK, Begini Kata Purbaya

Purbaya soal Kemenkeu raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, atas Laporan Keuangan Tahun 2025, dan menjadi opini WTP ke-15 yang diraih secara berturut-turut.

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut