Partai Golkar Kritis, Apa Solusinya?

Workshop Nasional Legislatif Partai Golkar 2017
Workshop Nasional Legislatif Partai Golkar 2017
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Berbicara Golkar, memang tidak luput dari masalah e-KTP. Setya Novanto dan pemimpin baru pengganti Setya Novanto, saat ini di mana-mana ramai dibicarakan. Di media elektronik, cetak, media online, serta media sosial yang dibicarakan pasti salah satunya tentang Partai Golkar.

Menarik memang berbicara siapa calon pengganti Setya Novanto, yang saat ini sedang mengajukan praperadilan untuk status tersangkanya oleh KPK. Di sisi lain, Partai Golkar telah melakukan rapat pleno yang menegaskan penunjukkan Plt Ketua Umum sampai selesainya proses praperadilan.

Isu sekarang telah menginjak pada episode siapa pengganti Setya Novanto ke depan. Gerilya politik pun telah banyak dilakukan untuk mencari sosok yang pas untuk mengantikan Setya Novanto. Saat ini, yang banyak digadang-gadangkan oleh sebagian orang yaitu nama Airlangga Hartarto.

Persaingan untuk memperebutkan posisi nomor satu di partai beringin saat ini mungkin tidak seramai Munaslub di Bali tahun lalu. Pada saat itu, kandidat banyak bermunculan. Saat ini, kelihatannya yang terang-terangan menyatakan kesediaan menggantikan Setya Novanto hanya Airlangga Hartarto. Atau mungkin, bisa saja Plt Ketua Umum saat ini, Idrus Marham, bersedia mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Golkar.

Dinamika pengganti ketua umum memang tidak bisa dipungkiri menghiasi wacana di internal dan eksternal partai. Kemungkinan Munaslub dilaksanakan memang cukup besar. Walaupun belum diputus secara resmi oleh DPP saat ini. Karena menunggu keputusan praperadilan.

Munaslub seakan menjadi cara ampuh untuk mengembalikan kepercayaan diri internal dalam menghadapi momentum politik tahun depan dan tahun berikutnya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa adanya kasus yang menimpa Setya Novanto membuat popularitas Partai Golkar paling tinggi dengan opini negatif. Hal ini tentu saja berimbas terhadap elektabilitas yang rendah.

Walaupun isu ini masif pemberitaannya, namun Partai Golkar tidak bisa dibilang cepat turun elektabilitasnya. Bisa dilihat dari hasil beberapa lembaga survei yang merilis hasilnya. Partai Golkar memang mengalami penurunan, tetapi tidak anjlok sekali. Partai Golkar masih di kisaran 10-12 persen kalau dirata-ratakan dari beberapa lembaga survei yang telah dirilis.