Pancasila sebagai Peradaban Dunia

Ilustrasi Pancasila.
Ilustrasi Pancasila.
Sumber :
  • Andri Prasetiyo

VIVA – Seorang filsuf dan ahli sosiologi dari Inggris, Betrand Russel, pernah menyampaikan kekagumannya kepada Soekarno tentang Pancasila. Dia menganggap Pancasila adalah sebagai sintesis kreatif antara Declaration of Amerika Independence, yang merepresentasikan ideologi demokrasi liberal-kapitalis, dengan manifesto komunis yang merepresentasikan ideologi komunis.

Namun, sanjungan ini tidak membuat Soekarno menyetujui perkataan dari Russel. Karena Soekarno menganggap, bahwa Pancasila lahir dari kesadaran anak negeri berbangsa dan bertanah air, bukan diajarkan oleh asing. Dan tidak lahir dari pemahaman ideologi-ideologi yang seperti disampaikan Russel.

Meskipun dia mengganggap manusia sekarang berada pada golongan penganut ajaran manifesto komunis dan itu sebuah pengklaiman Russel. Bahwasanya,  jutaan rakyat Asia dan Afrika tidak serta merta menganut ajaran manifesto komunis. Bahkan Amerika Latin pun tidak menganut ajaran manifesto komunis.

Penolakan Soekarno terhadap dua ajaran yang disampaikan oleh Russel itu bagian dari konsisten bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara. Yang lahir karena pengaruh pengetahuan dan pengalaman bangsa Indonesia yang semenjak awal  menganut prinsip-prinsip nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan, bahkan kepemimpinan rakyat dan keadilan sosial. Kendati pun demikian, dua ajaran yang disampaikan oleh Russel telah mengilhami banyak orang, termasuk Soekarno sendiri.

Pandangan bahwa Pancasila adalah hasil pemikiran murni dari bangsa Indonesia dicetuskan juga oleh tokoh-tokoh lain, salah satunya adalah Mohammad Hatta. Hatta pernah menyampaikan manifestasi dari kondisi budaya dan sosial masyarakat yang lebih mengedepankan nilai-nilai budaya ekonomi kerja sama dan gotong royong yang merupakan manifestasi dari komunal-komunal tradisional Indonesia.

Manusia memang perlu untuk memahami, begitu juga ingin menilai segala sesuatu bahkan menafsirkan dan bisa menyimpulkan sendiri. Justru karena itulah, Pancasila banyak diartikan berbeda-beda oleh banyak pihak. Tapi itu kembali kepada yang mempelajarinya dengan dasar dan pemahaman yang ilmiah. Maka akan terjadi perubahan pemikiran bahwasanya Pancasila sebagai suatu ideologi yang lahir sendiri dari bangsa Indonesia.

Perlu kita ketahui tentang perjalanan Pancasila. Dari mulai dicetuskannya sebagai ideologi berbangsa dan bernegara, sampai saat ini selalu terjadi benturan antara ideologi lain dengan Pancasila Itu sendiri. Sengaja dibenturkan atau tidak, kembali kepada pribadi masing-masing untuk menilainya.