Sebuah Refleksi di Hari Anti Korupsi Internasional
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Misalnya seperti yang dilakukan oleh negara Denmark yang telah menempatkan KPK di setiap instansi pemerintahannya. Di Denmark, KPK tidak terpusat seperti yang ada di Indonesia. Sehingga KPK lebih leluasa dalam melakukan pencegahan dan pengawasan setiap tindakan korupsi yang akan terjadi.
Pendidikan juga berperan sangat penting dalam pencegahan korupsi pada suatu negara. Seperti negara Finlandia yang selalu menduduki posisi lima besar dalam Indeks Persepsi Korupsi yang dilakukan oleh TI. Di mana 100 persen masyarakat Finlandia telah melek huruf. Sehingga menyebabkan warga Finlandia menjadi lebih sadar akan hak dan kewajiban yang dimiliki. Keterlibatan dalam melakukan review atas kebijakan pemerintah tentunya juga akan semakin kuat.
Kesadaran warga akan korupsi yang terjadi di lingkungan sekitar menjadi lebih baik dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang dimiliki. Sehingga orang-orang yang akan melakukan korupsi akan berpikir dua kali karena pengawasan dari sekitarnya sendiri sangatlah ketat. (Tulisan ini dikirim oleh Masrul Ikhsan, Riau)