PLN Sabet Dua Penghargaan LHKPN 2017 dari KPK

PLN raih penghargaan LHKPN 2017.
Sumber :

VIVA – PLN berhasil meraih dua kategori dalam penghargaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN. Yakni kategori instansi dengan Implementasi e-LHKPN terbaik dan Tingkat Kepatuhan Pelaporan LHKPN terbaik yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Hotel Bidakara, Jakarta, 12 Desember 2017.

img_title Listrik Huntara korban Bencana di Sumatera Digratiskan PLN 6 Bulan

Penghargaan ini merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Indonesia. Penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali, dan dari Komisioner KPK, Laode M. Syarif dan Alexander Marwata ini menjadi pencapaian bergengsi bagi PLN. Pasalnya hal ini menjadi bukti bahwa PLN sebagai penyelenggara negara (PN) telah secara transparan melaporkan harta kekayaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan PLN menjadi instansi terbaik dalam hal tingkat kepatuhan pelaporan dan implementasi e-LHKPN, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat dan lembaga publik. Serta untuk mendukung tercapainya tujuan pemberantasan korupsi yang efektif.

img_title Capaian PLN 2021: Pelanggan 82,5 Juta, Rasio Elektrifikasi 99,43%

Terkait implementasi e-LHKPN, PLN lolos dengan kriteria terbaik karena terdapat regulasi baru, terbentuknya unit pengelola, validnya master data, validnya daftar wajib lapor, dan persentase aktivasi Penyelenggara Negara online. Dan saat ini, jumlah pejabat di lingkungan PLN yang sudah mengaktivasi e-LHKPN sebanyak 5.500 pegawai dari total jumlah yang wajib lapor sebanyak 7.023 pegawai.

"Alhamdulillah PLN mendapatkan dua penghargaan terkait LHKPN pada ajang ini bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Semoga penghargaan ini dapat menambah semangat internal PLN untuk mengimplementasikan sikap berintegritas dan transparan sesuai dengan good corporate governance," ujar Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali.

img_title Grab Permudah Mobilisasi Karyawan PLN

Sebelum sesi penerimaan penghargaan tersebut, turut hadir Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan arahan kepada seluruh perwakilan instansi yang hadir terkait relevansi nasib bangsa Indonesia dengan perilaku anti korupsi.

"Negara sekaya apapun bisa jatuh karena korupsi. Karena itulah, apabila bangsa Indonesia ingin maju, ingin negeri ini tidak gagal, maka tentulah kita harus menjaga bangsa ini tidak rusak karena korupsi. Jadi, kami mengapresiasi perorangan atau lembaga yang turut berpartisipasi dalam memberantas korupsi. Untuk itu, dibutuhkan ketauladanan, kebersamaan dan hukum yang baik agar tidak timbul kekhawatiran akan korupsi," ujar Jusuf Kalla.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut