Berbahasa Inggris Berarti Enggak Nasionalis, Benarkah?

Berbahasa Inggris dengan Baik dan Benar
Berbahasa Inggris dengan Baik dan Benar
Sumber :
  • kursus-belajar-bahasa-inggris.blogspot.com

VIVA – Pernahkah kalian mendengar orang mengatakan, Ngomong dulu bahasa Indonesia yang bener, baru ngomong bahasa Inggris atau Jangan sok Inggris deh, ini Indonesia kali. Sebagai orang Indonesia, wajib hukumnya apabila kita dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah salah satu bentuk nasionalisme kita sebagai anak bangsa. Seperti yang tertulis di dalam sumpah pemuda, Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Pertanyaannya adalah, apakah dengan menjunjung dan mencintai bahasa Indonesia berarti kita dilarang untuk berbahasa Inggris atau berbahasa asing lainnya? No! Definisi mencintai bahasa Indonesia bukan seperti itu. Seperti mencintai kekasih, bukan berarti dalam waktu 24 jam harus kita peluk terus, bukan?

Sebagai anak-anak bangsa yang modern, sangat penting bagi kita untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa ibu. Salah satunya adalah bahasa Inggris. Tanpa disadari banyak perubahan yang telah terjadi di negeri ini seiring dengan globalisasi yang berkembang cepat.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dibendung lagi dan terus berkembang pesat. Berada pada era globalisasi ini, Bangsa Indonesia dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar internasional yang digunakan hampir di seluruh bagian dunia, terutama di negara-negara maju.

Tetapi, masih banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa jika kita menggunakan bahasa Inggris, berarti kita tidak nasionalis. Sebenarnya, yang menjadi ketakutan mereka adalah jiwa imperialis yang dimiliki oleh sebagian orang Indonesia yang lulus dari perguruan tinggi di luar negeri, atau yang bekerja dan hidup di luar negeri. Selain itu, masih ada juga orang-orang Indonesia yang merendahkan keterampilan mereka dalam berbahasa Indonesia sehingga lebih memilih untuk berbahasa Inggris hanya untuk kepentingan kapitalis atau kepentingan pribadi mereka.

Semua kembali lagi tergantung bagaimana bahasa itu digunakan. Jika untuk hal yang positif, seperti untuk membangun bangsa, tentu itu sangat baik. Tetapi jika digunakan hanya untuk menunjukkan eksistensi agar terlihat lebih dari yang lain, itu merupakan hal yang salah.