Ketua Umum Baru, Harapan Baru bagi Rakyat

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kiri duduk) dalam Munaslub Golkar.
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kiri duduk) dalam Munaslub Golkar.
Sumber :

VIVA – Partai Golkar telah memiliki nakhoda baru di penghujung tahun kemarin. Saat ini, adalah awal tahun baru yang semua orang sepakat bahwa tahun ini adalah tahun politik. Golkar telah  mereposisi untuk bisa siap bertarung dalam perhelatan politik tahun ini dan tahun depan.

Nakhoda baru Partai Golkar, Airlangga Hartarto memberikan harapan baru bagi Golkar dan bagi publik. Keluar dari belenggu yang menyandera Partai Golkar dengan masalah Ketua Umum sebelumnya, Setya Novanto yang memposisikan Partai Golkar dengan citra buruk dan opini negatif di mata publik.

Ketua umum yang baru ini mendapat respon positif dari publik. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hasil survei publik yang telah dirilis dan media nasional dan internasional yang juga merespon positif figur ketua umum baru, Airlangga Hartarto.

Golkar saat ini ingin mengembalikan citranya dari masalah yang membelit.  Golkar bekerja cepat dan tepat dalam mengembalikan marwah partai yang terpuruk. Keterpurukan ini bisa dilihat sebagai referensi Partai Golkar untuk melakukan reposisi.

Adanya respon cepat yang dilakukan Golkar dalam rangka menyelamatkan posisi partai dengan menetapkan ketua umum baru dalam Munaslub akhir tahun kemarin di Jakarta dirasa tepat. Dan bisa berefek positif terhadap keberadaan partai di mata publik.

Bagaimanapun, publik berharap kepada Partai Golkar untuk bisa membawa dan menyalurkan aspirasinya. Oleh karena itu, beberapa survei memperlihatkan harapan publik terhadap Partai Golkar sangat tinggi. Terutama kalau Partai Golkar menawarkan isu-isu yang merakyat.

Ke depan, Golkar dengan ketua umum baru harus  bisa mewujudkan keinginan publik dengan baik. Yaitu dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dan bisa menjadi penjelmaan kekuatan pro rakyat yang mumpuni. Untuk gerak kerja yang terarah, diperlukan kesolidan Golkar yang terfokus pada kerja-kerja strategis yang menyentuh langsung pada kebutuhan publik.