Pengendalian Emosi dan Risiko Berkendara di Jalan
- Iwan Heriyanto | surabayapost
"Semuanya sudah bisa dikendalikan. Mungkin dari kedua belah pihak hanya ada salah paham saja dan akan diproses lebih lanjut di kantor," jelas anggota polisi yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh ketiga pelaku dapat dikenakan pidana apabila terbukti bersalah.
Para pelaku dan korban dibawa ke kantor polisi dengan menggunakan mobil dari kepolisian. Mobil pelaku dan motor korban juga ikut diamankan. "Kita juga berterima kasih kepada masyarakat atas inisiatifnya melerai para pelaku dan mencoba menyelamatkan korban. Mungkin akan lebih parah lagi jika dibiarkan," lanjutnya.
Kejadian seperti ini sudah lumrah dan biasa terjadi di jalanan. Kelakuan arogan para pengguna jalan adalah masalah utamanya. Tidak mau mengalah, berkata kasar atau mengumpat, dan perilaku yang buruk menjadi pemicunya. Tidak jarang berujung rumah sakit atau kantor polisi.
Mungkin akan lebih baik lagi jika ada pengarahan atau pelatihan psikologis untuk para calon pengguna kendaraan bermotor. Karena jalanan bisa menjadi tempat yang mengerikan. Perkelahian, kecelakaan, bahkan tindak kriminal lainnya dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, contohnya kejadian ini. (Tulisan ini dikirim oleh Fahmi Satria Utama, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)