Menengok Jejak Makam Cina di Kota Depok

Bangunan makam China di dalam kompleks pemakaman keluarga.
Sumber :

Saat ditanya alasan peraturan tersebut, Pak Rahmat menjawab itu sudah keputusan dari pihak pemilik makam, ia pun tak tahu alasan pastinya. “Saya enggak tahu kalau itu. Saya juga enggak berani nanya ke yang punya,” jawabnya.

img_title Apartemen Tempat Kelahiran Che Guevara Mau Dijual

Ibu Zahra yang saat itu menemani Pak Rahmat saat wawancara menambahkan bahwa pihak keluarga dari pemilik makam ini masih sering berkunjung. Mereka biasanya berkunjung saat menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek. Kegiatan yang dilakukan pun bukan sekadar berkunjung, namun mereka menyalakan dupa dan berdoa di makam. Melepas rindu dengan keluarga yang telah berpulang lebih dulu. Manusiawi, memang sudah sepatutnya seperti itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia melanjutkan, bahwa tidak pada hari-hari menjelang Imlek saja mereka berkunjung ke makam, namun juga pada saat hari meninggalnya anggota keluarga yang telah dimakamkan tersebut. “Iya, enggak cuma pas Imlek saja pada ke sini. Tapi pas hari meninggalnya juga mereka datang,” ucapnya.

img_title Gereja Yahudi Kuno Berusia 2.700 Tahun Terbuat dari Ganja

Saat saya menanyakan apakah banyak warga atau mungkin mahasiswa yang berkunjung ke makam ini, Ibu Zahra menjelaskan bahwa cukup banyak warga yang datang untuk sekadar melihat namun tidak bisa masuk. Hanya bisa mengintip dari luar tembok.

Tetapi, ternyata ada pengecualian untuk mahasiswa yang berkunjung. Karena mahasiswa diperbolehkan masuk ke dalam makam untuk melihat. “Bapak yang nemenin kalau ada mahasiswa yang berkunjung dan pengin lihat ke dalam. Rata-rata sih pengin tahu situs sejarahnya, bentuknya seperti apa,” tutur Pak Rahmat, sambil sesekali mengisap rokok yang dipegangnya.

img_title Jejak Tjong A Fie, Bangsawan Legendaris Tionghoa di Medan

Di dalam kompleks pemakaman ini terdapat dua makam. Makam-makam ini diberikan tempat berupa bangunan yang menyerupai rumah dengan atap. Dengan bangunan khas makam Cina, letak kedua makam ini tidak terlalu dekat seperti makam pada umumnya. Batu nisan berukuran besar, terlihat sangat tebal juga kekar, persis seperti gaya kuburan Cina pada umumnya. Adapun, tulisan yang digunakan di batu nisan menggunakan huruf Cina dan ditambahkan dengan bahasa Indonesia untuk penjelasan tentang riwayat hidup orang yang dimakamkan.

Makam kuno ini merupakan bagian dari peninggalan sejarah pemukiman masyarakat etnis Tionghoa yang dahulu menempati kawasan Pondok Cina. Letaknya memang tak telihat di hiruk-pikuk padatnya Kota Depok ini. Namun, tak menjadikan kita lupa akan warisan sejarah, dan harus tetap melestarikannya agar tetap terjaga keasliannya. (Tulisan ini dikirim oleh Yuni Roismawati, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Nasional, Jakarta)

Foto udara Gedung Kejaksaan Agung yang terbakar pada Sabtu malam 22 Agustus 2020.

Polemik Cagar Budaya, Renovasi Gedung Kejaksaan Agung Pernah Ditegur

Kejaksaan ditegur Dinas Pariwisata DKI, katanya masuk cagar budaya.

img_title
VIVA.co.id
25 Agustus 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut