Menengok Jejak Makam Cina di Kota Depok

Bangunan makam China di dalam kompleks pemakaman keluarga.
Sumber :

Dahulu, memang demikian. Kini semua telah berlalu. Pondok Cina bukan lagi sebagai tempat tinggal orang-orang dengan etnis tersebut. Semua melebur, beragam suku tinggal di kawasan ini. Bukan hanya etnis Tionghoa, tetapi juga ada suku lainnya. Tetapi, anehnya tidak lagi dapat ditemui keberadaan masyarakat etnis Tionghoa di kawasan ini. Justru, dapat kita temui orang-orang dengan etnis ini di kawasan Pemuda, Depok yang jaraknya cukup jauh dari Pondok Cina.

img_title Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat

Seiring berjalannya waktu, keberadaan etnis Tionghoa yang semakin menghilang ini tak menjadikan warisan budaya dan situs-situs sejarahnya ikut luntur tergerus zaman. Masih terdapat beberapa situs sejarah yang dapat menjadi penambah wawasan seperti salah satunya adalah Makam Cina kuno yang berada di Jalan Karet, Margonda, Depok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisinya berada di tengah-tengah antara Gedung Gramedia dan pusat perbelanjaan Margocity. Akses yang dilalui cukup mudah, karena tidak jauh dari jalan utama. Kompleks Pemakaman Cina kuno yang terdapat di Jalan Karet ini diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

img_title Intip Cara Mengelola Media Sosial secara Maksimal

Keberadaan makam ini sesungguhnya sangat tidak mencolok seperti kebanyakan makam Cina yang ada. Makam ini dipagari oleh dinding-dinding tinggi yang mengelilinginya. Selain itu, pemandangan lain yang dapat dilihat selain makam adalah pohon-pohon besar yang menjulang tinggi dengan daun yang rindang.

Pintu masuk ke kompleks pemakaman ini pun ditutup oleh pagar dan dijaga oleh pengurus makam ini. Sehingga menjadikan makam ini terkesan agak private atau tertutup. Saat melintas di depan kompleks pemakaman ini, tak akan terpikir bahwa di sini ada makam Cina, karena tidak terlihat demikian. Seperti rumah biasa bentuknya.

img_title Kolaborasi Cantik Human Resources dan Teknologi

Menurut penuturan penjaga dari makam ini, tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam kompleks pemakaman jika belum memiliki izin dari sang pemilik. “Saya enggak berani bawa masuk orang luar kalau belum ada izin dari yang punya,” ujar Pak Rahmat, pada saat wawancara dengannya.

Ia menambahkan, bahwa kompleks pemakaman ini bukan untuk umum, melainkan hanya milik satu keluarga. Tentunya tidak semua orang diperbolehkan masuk untuk sekadar melihat dan berkunjung. Sebuah peninggalan yang seharusnya diabadikan sebagai penambah wawasan bagi penerus bangsa. Namun, pasti ada alasan di baliknya mengapa diberlakukan demikian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut