Keren, Tipografi Karya Anak Asuh Ini Dipamerkan di Dubai

Fikran Arif Sya’ban dan karya tipografinya.
Fikran Arif Sya’ban dan karya tipografinya.
Sumber :

VIVA – Tak ada habisnya karya anak asuh Rumah Yatim yang patut diacungi jempol. Karya-karya anak asuh Rumah Yatim senantiasa membuahkan hasil. Kali ini maha karya luar biasa datang dari bidang tipografi.

Tipografi merupakan salah satu karya seni yang menggabungkan antara seni dan teknik menulis untuk mengatur tulisan sehingga membuat makna tulisan dapat tersampaikan dengan baik dan terarah secara visual.

Alumnus anak asuh Rumah Yatim, Fikran Arif Sya’bana berhasil meloloskan karya seni tipografinya pada ajang pameran Type Unite Dubai tingkat internasional di Dubai, akhir tahun 2017 lalu.

Pameran ini merupakan pameran internasional tentang poster desain tipografi yang diadakan oleh Fakultas Desain di American University in Emirates (AUE) dan Type Unite, sebuah perkumpulan internasional para profesor seni desain yang berkontribusi dalam pembelajaran dan latihan mengenai tipografi.

Fikran mengaku, ia merupakan satu dari 10 peserta perwakilan Indonesia yang karyanya berhasil lolos untuk dipamerkan di Dubai. Karya yang dipamerkan Fikran bertemakan karya seni tipografi tentang sopan santun orang Jawa dan tulisannya menggunakan aksara Jawa. “Bentuknya seperti pohon rindang gitu. Artinya sopan santun membuat orang merasa teduh,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis, 18 Januari 2018 di sela-sela waktu senggangnya.

Menurut Fikran, dirinya tak menyangka bisa masuk ke dalam nominasi 10 peserta dari kampusnya untuk mewakili Indonesia dalam ajang pameran internasional tersebut. “Fikran enggak pernah ikut pameran gede. Sekalinya gede, langsung berskala internasional. Kaget tapi sekaligus bangga pastinya,” ujar Fikran saat dimintai keterangan tentang apa yang dirasakan setelah karyanya masuk kancah internasional.

Pameran tersebut bertujuan untuk mengumpulkan karya-karya tipografi pelajar dari sembilan negara. Di antaranya, United Arab Emirates (UAE), China, Belanda, Ekuador, Indonesia, Polandia, Korea Selatan, Turki, dan Amerika Serikat. “Ya, percaya diri saja sih. Pas seleksinya juga begitu. Enggak dapat salary, seenggaknya ini penting untuk portofolio. Tapi saya dapat katalog buku dari sana,” tutupnya dengan senyum. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)