Muhasabah Nahdliyyin atas Nahdlatul Ulama

Dr. Kiai Faiq Ihsan Anshori LC., MA., Aumni Lirboyo, Al-Azhar University
Sumber :
  • Dok. Pribadi


Source : Ist

img_title Prabowo Terima Langsung Kartu Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup

Seolah ini sudah berbalas pantun atau saling sahut-sahutan laksana burung-burung yang sedang berbalas, sahur manuk, antara Rois Am KH. Miftahul Akhyar dengan Gus Yahya yang mengindikasikan kandasnya harapan dan aspirasi yang dibangun di Lirboyo itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah para elit PBNU sudah memberikan pernyataan masing-masing, rasa sedih kembali merajai hati saya. Ini bukan karena faktor apapun. Tetapi karena mungkin ini karena akar masalah yang paling mendasar yakni soal zionisme dan tatak keuangan yang tidak syar'i telah diabaikan dan menggunakan tekanan kultural yang tidak menghiraukan mekanisme organisasi.

img_title Sekjen Himanu: Hasil Muktamar NU Bisa Dianulir Jika Terbukti Ada Politik Uang

Perasaanku kembali dijungkirbalikkan ketika membaca kata-kata sarkastik seperti setan, asu (babi), jancuk, tai (tinja kotoran manusia), boikot, dan serapah seraya mendoakan tidak berkah pada lembaga seorang kiai dan hal-hal buruk lainnya kepada para tokoh dan kiai yang mendukung keputusan Rais Aam dan Suriyah atas pemecatan Gus Yahya dari Ketua Umum PBNU. Seberapa keras persaingan dan konflik, kata-kata sarkastik itu tidak layak diucapkan apalagi dari seorang tokoh agama. Karena itu dilarang dalam agama. Mendoakan hal-hal buruk pada orang lain adalah perbuatan tercela menurut agama yang harus dihindari. Al-idza' lil ghair dzanbun; menyakiti orang lain adalah dosa. 

Jika dalam menyikapi perbedaan dengan umpatan dan serapah serta kata-kata sarkastik maka itu sejatinya telah keluar dari harakah wa tsaqafah an-Nahdliyyah (gerakan-kultur NU) yang mengutamakan kelembutan argumentasi dan dakwah bil hikmah. Agaknya kata-kata sarkastik dalam menyikapi perbedaan agak mirip dengan gerakan FPI. Termasuk kaum muda NU dari gawagis sampai awam yang ikut terpapar. 

img_title Pengasuh Ponpes di Bali: Muktamar NU Bukan Sekedar Pilih Ketum, tapi Juga Pemimpin Visioner

Saya terus menata hati dan husnuzhan (baik sangka) menyatakan bahwa kalau itu bukan pernyataan dari para kiai, ulama dan masyayikh terhormat yang saleh dan sabar yang saban hari total waktunya hanya untuk mengaji, mengurus santri, dan menerima tamu atau santri yang mau konsultasi atau sekedar sowan ngalap berkah.

Para masyayikh, para kiai dan ulama saya meyakini mereka tidak sempat menganalisa mendalam atau sama sekali tidak tertarik pada persoalan kubu-kubuan dalam konflik, melainkan hanya ingin semuanya baik-baik saja dan jika ada persoalan diselesaikan dengan baik, tidak dengan kata-kata sarkastik.

Said Aqil Siroj

Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi Cerita Uang Rp1 Miliar yang Diumbar Gus Lilur, Minta Tak Dikait-kaitkan Lagi

KH Said Aqil Siroj memberikan klarifikasi soal cerita uang Rp1 miliar yang dikaitkan dengan namanya. Ia meminta namanya tidak lagi dikaitkan dengan narasi Gus Lilur.

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut