Indonesia Tanah Surga, Bersyukurlah!

Saat dunia mengagumi keindahan dan keberagaman Indonesia, sebagian orang Indonesia justru sedang sibuk berlomba-lomba menghujat dan mencelanya | gambar: silahkanSHARE.com
Sumber :
  • vstory

VIVA - Kalau Anda yang hari ini masih ingin terus menjadi pakar dan ahli menghujat kondisi Indonesia dengan segala kekurangannya, ada baiknya sekali-kali Anda baca tulisan ini sampai kelar. Untuk para pembaca juga sangat dimohonkan untuk bantu membagikan tulisan ini kepada mereka para pakar dan pencela negara kita, Indonesia!

img_title Kembali Digelar, Titan Run 2025 Meriahkan Perayaan HUT RI

Melalui sebuah tulisan dari dr. Ratna Hendardji yang lagi viral di Facebook yang diposting di status Facebook milik Basuki Rahmat beberapa saat yang lalu. Mudah-mudahan bagi yang masih punya nurani dan hati yang baik, mereka bisa terbuka hatinya. Betapa bersyukur dan bahagianya kita hidup dan tinggal di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanah Nusantara ini adalah tanah yang dijanjikan sebagai tanah yang subur, indah, kaya mineral, laut yang indah, gunung api yang luar biasa. Itulah kenapa surga (Indonesia) ini dari dulu berusaha direbut oleh bangsa-bangsa asing. Lalu mengapa kita masih belum sadar juga bahwa surga bukan hanya cerita di Indonesia?

img_title Nick Kuipers Bongkar Rahasia Tampil Gacor dan Kompak di Lini Belakang Persib Meski Berbeda-beda Tandem

SURGA BUKAN CERITA di INDONESIA

Oleh (dr. Ratna Hendardji)

img_title Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Konferensi Umum UNESCO, Netizen: Bangga Banget!

Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai minus 40 derajat celsius. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat. Itulah saat semua tetumbuhan mati kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.

Musim salju yang extrime sudah banyak merenggut nyawa | gambar: silahkanSHARE.com

Musim salju yang extrime sudah banyak merenggut nyawa | gambar: silahkanSHARE.com

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi. Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode di mana salju berbentuk badai. Badai salju. Dan sudah banyak korban meninggal karena cuaca ekstrem tersebut. Terbayang apa yang bisa dilakukan selain bertahan hidup di ruangan berpemanas.

Di negara-negara yang memiliki padang pasir, mereka sudah terbiasa dengan membiarkan hewan ternak mereka mati kelaparan karena air untuk diminum keluarganya juga terbatas | gambar: silahkanSHARE.com

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di negara-negara yang memiliki padang pasir, mereka sudah terbiasa dengan membiarkan hewan ternak mereka mati kelaparan karena air untuk diminum keluarganya juga terbatas | gambar: silahkanSHARE.com

Padang pasir. Begitu keringnya sampai sampai manusia yang berdiam di sana membayangkan sungai-sungai yang mengalir sebagai surga. Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu. Dan keberadaan air adalah persoalan hidup mati. Sungguh bukan minyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut