Merintis Bisnis Dropship

Dropship
Sumber :
  • vstory

VIVA – Dropship adalah bisnis yang memungkinkan untuk menjual suatu produk tanpa harus menyetok barang fisiknya dahulu. Nantinya supplier yang akan mengirimkan produk tersebut setelah pembeli menyelesaikan transaksi.

img_title Kreator Konten Indonesia Bidik Panggung Asia Tenggara, Industri Digital Kian Bernilai Ekonomi

Lalu, darimana Anda akan dapat keuntungan? Caranya yaitu dengan melakukan markup harga. Pasanglah harga lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan oleh supplier.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini adalah beberapa mekanisme bisnis dropshipping:

img_title Mau Buka Usaha? Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini Langkah Penting agar Tak Salah Strategi

1.Pelanggan membeli produk dari dropshipper.

2.Dropshipper memesan produk kepada supplier.

img_title Pengmas UI Dorong Petani Muda Kembangkan Bisnis Pertanian Berbasis Pengetahuan Lokal dan Teknologi

3.Supplier mengirimkan produk kepada pelanggan.

4.Walaupun bisnis dropship sangat populer, tetapi bisnis dropship memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum masuk ke dunia drop shipping.
 

Beberapa faktor yang menjadikan bisnis dropshipping layak untuk dicoba:

1.Mudah untuk memulainya 
2.Risiko rendah 
3.Modal usaha kecil 
4.Menjual berbagai produk 
5.Fleksibel 
6.Kekurangan
7.Terlihat sangat menjanjikan

Namun ada beberapa hal yang perlu diantisipasi sebelum Anda memulai bisnis dropshipping:

1.Persaingan ketat 
2.Profit kecil 
3.Supplier bermasalah 
4.Kesulitan mengelola persediaan
5.Bantuan pelanggan 
6.Merintis Bisnis Dropship

Mungkin Anda sudah tahu hal-hal mendasar tentang bisnis dropshipping setelah membaca tulisan sebelumnya. Selanjutnya, kami akan menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk memulai bisnis ini.

1. Mencari Ide Bisnis Dropshipping

Sebelum terjun ke bisnis dropship, Anda harus tahu apa yang akan dijual terlebih dulu. Memilih produk berdasarkan keinginan sendiri akan berakibat buruk ke depannya.

Pertama, tentukan siapa yang jadi target pasar Anda. Cari tahu masalah yang di alami oleh mereka dan pilih produk yang bisa menawarkan solusinya. Dengan demikian, produk Anda akan dilihat bernilai oleh konsumen.

Produk yang dipilih harus memiliki nilai baik bagi pembeli ataupun penjual. Maka dari itu, Anda perlu memastikan jika produk yang akan ditawarkan membawa keuntungan dan industrinya memiliki masa depan yang bagus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anda bisa menggunakan Google trends untuk mengecek apakah produk yang dipilih masuk ke dalam tren atau tidak.

Jika Anda sudah yakin dengan niche yang dipilih, langkah selanjutnya adalah mencari supplier yang tepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut