Merintis Bisnis Dropship
- vstory
VIVA – Dropship adalah bisnis yang memungkinkan untuk menjual suatu produk tanpa harus menyetok barang fisiknya dahulu. Nantinya supplier yang akan mengirimkan produk tersebut setelah pembeli menyelesaikan transaksi.
Lalu, darimana Anda akan dapat keuntungan? Caranya yaitu dengan melakukan markup harga. Pasanglah harga lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan oleh supplier.
Ini adalah beberapa mekanisme bisnis dropshipping:
1.Pelanggan membeli produk dari dropshipper.
2.Dropshipper memesan produk kepada supplier.
3.Supplier mengirimkan produk kepada pelanggan.
4.Walaupun bisnis dropship sangat populer, tetapi bisnis dropship memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum masuk ke dunia drop shipping.
Â
Beberapa faktor yang menjadikan bisnis dropshipping layak untuk dicoba:
1.Mudah untuk memulainyaÂ
2.Risiko rendahÂ
3.Modal usaha kecilÂ
4.Menjual berbagai produkÂ
5.FleksibelÂ
6.Kekurangan
7.Terlihat sangat menjanjikan
Namun ada beberapa hal yang perlu diantisipasi sebelum Anda memulai bisnis dropshipping:
1.Persaingan ketatÂ
2.Profit kecilÂ
3.Supplier bermasalahÂ
4.Kesulitan mengelola persediaan
5.Bantuan pelangganÂ
6.Merintis Bisnis Dropship
Mungkin Anda sudah tahu hal-hal mendasar tentang bisnis dropshipping setelah membaca tulisan sebelumnya. Selanjutnya, kami akan menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk memulai bisnis ini.
1. Mencari Ide Bisnis Dropshipping
Sebelum terjun ke bisnis dropship, Anda harus tahu apa yang akan dijual terlebih dulu. Memilih produk berdasarkan keinginan sendiri akan berakibat buruk ke depannya.
Pertama, tentukan siapa yang jadi target pasar Anda. Cari tahu masalah yang di alami oleh mereka dan pilih produk yang bisa menawarkan solusinya. Dengan demikian, produk Anda akan dilihat bernilai oleh konsumen.
Produk yang dipilih harus memiliki nilai baik bagi pembeli ataupun penjual. Maka dari itu, Anda perlu memastikan jika produk yang akan ditawarkan membawa keuntungan dan industrinya memiliki masa depan yang bagus.
Anda bisa menggunakan Google trends untuk mengecek apakah produk yang dipilih masuk ke dalam tren atau tidak.
Jika Anda sudah yakin dengan niche yang dipilih, langkah selanjutnya adalah mencari supplier yang tepat.