Big Data di Era Transformasi Digital

New Technology Approching
Sumber :
  • vstory

Kesadaran penduduk Indonesia untuk tertib administrasi mungkin masih rendah. Tertib administrasi yang dimaksud berupa pelaporan adanya kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian dan lain-lain. Ketersediaan data-data tersebut merupakan informasi fundamental yang dibutuhkan oleh negara untuk mengetahui karakteristik penduduk di suatu wilayah, sehingga kebijakan yang tepat sasaran dapat berdampak bagi kesejahteraan penduduknya.

img_title Teknologi Canggih Ini bikin Iklan Kamu Enggak Sia-sia

Data-data tersebut merupakan statistik vital yang harus tersedia secara real time. Hingga saat ini, pencatatan fenomena demografi tersebut masih dilaksanakan secara tradisional seperti pencatatan seederhana di dalam komputer, bahkan di beberapa remote area pencatatan masih menggunakan buku. Pencatatan yang terpisah-pisah baik antar wilayah ataupun instansi menimbulkan pluralisme data, padahal yang ingin dihasilkan harusnya satu data.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sensus penduduk 2020 berusaha untuk menyatukan berbagai versi data menjadi satu data kependudukan dengan mengkombinasikan data dasar dari Dinas Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan pembaharuan data yang diisi langsung oleh penduduk yang bersangkutan. Namun, dalam pelaksanaannya, tidak berjalan semulus dengan yang diharapkan akibat rendahnya partisipasi penduduk.

img_title UMY Kaji Penggunaan AI dan Big Data untuk Kontestasi Pilkada Serentak 2024

Lantas bagaimana solusi ke depannya?

Ke depannya, penggunaan teknologi digital menjadi syarat wajib di dalam pelaksanaan berbagai pendataan di Indonesia. Dengan adanya teknologi digital, data-data yang dihasilkan dapat lebih cepat, akurat, dan tepat. Selain pemanfaatan teknologi digital, juga perlu adanya transformasi digital.

img_title Presentasi di Oxford Summer Courses, Verrell Bramasta Pukau Netizen

Transformasi digital yang dimaksud berupa perubahan paradigma di dalam mengumpulkan, memproses dan menghasilkan data. Salah satu bentuk transformasi digital yang sedang gencar-gencarnya adalah big data analytic.

Beberapa negara maju telah memanfaatkan analisis big data dalam bidang kesehatan, keuangan, sosial, dan pemerintahan. Pemanfaatan big data dapat menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu yang singkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data yang sangat besar tersebut dapat menjadi unit analisis secara real time bagi pembuat kebijakan di dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu contoh pemanfaatan big data di bidang kesehatan seperti yang dilakukan negara Korea Selatan dalam pencegahan penyebaharan virus corona.

Pemerintah memonitoring setiap pergerakan penduduknya melalui telpon seluler. Mobilitas penduduk yang terekam di dalam ponsel tersebut, dapat memberikan sinyal bagi pemilik ponsel apakah dia sedang berada di wilayah yang terkena pandemi atau tidak sehingga dapat lebih meningkatkan kehati-hatian penduduk tersebut dalam melaksanakan aktivitasnya di luar. Melalui pemanfaatan big data tersebut pemerintah Korea Selatan dapat menekan penyebaran dan kasus kematian yang disebabkan oleh virus corona.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut