Tips Ringan dalam Menghadapi Krisis Keuangan
- vstory
VIVA – Krisis keuangan sudah sulit untuk dihindarkan, mungkin banyak dari Anda yang sudah merasakan krisis keuangan di rumah tangga masing-masing. Akibat pandemi yang sampai saat ini masih belum selesai dan memiliki dampak yang sangat tinggi membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya.
Bahkan, sudah mulai banyak negara-negara dengan ekonomi kuat mengumumkan resesi. Singapore dan Korea Selatan contohnya, kedua negara tersebut sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus selama dua kuartal berturut-turut.
Meskipun Indonesia belum memasuki jurang resesi, namun pertumbuhan ekonomi di Indonesia pda kuartal II diprediksi mengalami kontraksi. Pelambatan ekonomi sudah mulai terasa di masyarakat, sudah banyak pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet.
Para buruh dan karyawan yang mulai dirumahkan bahkan kena PHK. Hal tersebutlah yang membuat banyak masyarakat yang merasakan krisis keuangan di rumah tangga mereka. Namun tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi.
- Persiapkan mental dan iman
Jika Anda sekarang sudah merasakan krisis keuangan, maka Anda harus mempersiapkan mental yang sangat kuat. Karena jika tidak memiliki mental yang bagus ditakutkan akan timbul keinginan untuk bertindak kriminal. Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan mental supaya tidak semakin banyak pihak yang dirugikan.
Selain itu juga harus didukung dengan iman yang kuat, maka sebagai warga negara yang beragama kita diwajibkan untuk selalu beribadah. Dengan beribadah dan berdoa diharapkan selain bisa memperkuat iman dan mental, kita juga diberi kemudahan untuk menjalani krisis keuangan.
- Jangan menambah utang
Jangan mengambil keputusan untuk berutang karena akan semakin menambah beban saja. Jika Anda masih bisa melakukan atau mencari sumber pemasukan tambahan lakukan saja, jangan sampai berutang. Karena pihak pemberi pinjaman terkadang tidak mau tahu tentang kondisi keuangan Anda jika memang pinjaman anda sudah cair.
Pihak pemberi pinjaman akan terus menagih Anda jika Anda tidak bisa membayar tanggungan bulanan, lebih parahnya lagi Anda akan kehilanngan barang jaminan jika pihak pemberi pinjaman mengambil dan menyita barang jaminan.
Tidak sampai di situ saja, ketika Anda sudah pernah memiliki jejak jelek diperbankan maka ke depannya Anda akan kesulitan untuk mengajukan pinjaman kembali ke perbankan. Padahal, Anda juga butuh itu untuk mengembangkan usaha Anda atau untuk keperluan lain.