Menanti Gebrakan Menteri Sandi
- vstory
VIVA - Tentu menjadi kejutan bagi kita semua Ketika Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet, di mana wishnutama sebagai menparekraf diganti oleh Sandiaga Uno yang merupakan kompetitor Jokowi di Pilpres 2019.
Namun dapat saya katakan bahwa pemilihan Sandiaga Uno sebagai Menparekraf adalah keputusan yang tepat. Memang, PR berat diemban oleh Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru tidak main-main.
Karena bagaimana meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus meningkatkan kuantitas wisman dan turis lokal di era pandemi dengan dibarengi prokes sesuai standard CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) bukanlah hal yang mudah, belum lagi event internasional yang sudah terjadwal.
Tentu hal ini menjadi tantangan serius bagi Sandi. Kebijakan pemerintah dalam hal pemulihan pariwisata tentu akan menjadi kunci sukses. Belum lagi bagaimana meningkatkan kualitas ekonomi kreatif sehingga para pelaku UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Mungkin banyak yang belum mengetahui, bahwa di tahun 2021 ini pemerintah telah menganggarkan pembangunan Pariwisata tahun 2021 sebesar Rp. 14,4 Triliun. Jumlah anggaran fantastis itu diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.
Nilai itu tentu sangat fantastis, karena selama ini kementerian pariwisata tidak pernah mendapat atau mengelola anggan sebesar ini. Tentu ada harapan besar dari Presiden Jokowi di mana di tahun 2019 telah mencanangkan bahwa devisa terbesar kedua Indonesia berasal dari sektor pariwisata.
Sebagaimana kita ketahui bahwa pemerintah menetapkan 5 destinasi super prioritas dan 10 destinasi prioritas. 5 destinasi super prioritas ini adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.
Penetapan wilayah ini tentu sudah melalui kajian yang matang, dan diharapkan mampu menyedot bukan hanya turis lokal namun juga wisatawan mancanegara. Bagaimana caranya? tentu melalui pembenahan sektoral di kawasan tersebut yang dapat membuat nyaman dan aman bagi pengunjungnya. Biaya tidak sedikit akan digelontorkan ke 5 destinasi super prioritas tersebut.
Selain pembenahan infrastruktur, Menteri Sandi perlu menerapkan pengembangan Aspek 3A: Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas. Hal ini adalah syarat mutlak untuk mengembangkan destinasi. Setiap destinasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Kedua aksesbilitas, bagaimana akses menuju daerah / destinasi wisata menjadi mudah.