Kebenaran dalam ilmu

Ilustrasi belajar kebenaran.
Sumber :
  • U-Report

c.    Ilmu dan etika

img_title Hari Santri Nasional, Prabowo: Santri Pelopor dan Penjaga Moral Bangsa

Ilmu secara etika harus di tujukan untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakikat manusia. Dengan adannya ilmu manusia dapat mengetahui baik dan buruk suatu perbuatan. Sedangakan etika adalah mempelajari baik dan buruknya perbuatan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

d.   Ilmu dan Humaniora

img_title Cak Imin Bertekad Jadikan Santri Mercusuar Peradaban: Kita Jaga Anak Didik Bangsa

Ilmu dan humaniora keduannya sangat terkait antara satu dengan yang lainnya. Karena ilmu membicarakan manusia sedangkan konsep tentang manusia ialah ingin mewujudkan agar cita-citanya tercapai, jadi untuk mewujudkan cita-cita itu harus dengan pendidikan, dan pendidikan itu baru dapat memanusiakan manusia

e.    Ilmu dan Agama

img_title Respons Istana Soal Tulisan Opini di Detikcom yang Dihapus: Naikkin Lagi Saja

Hubungan dari ilmu, etika, dan agama membicarakan agama baik dan buruk yang bertujuan untuk mendapatkan kebaikkan ilmu bertujuan mendapatkan pengetahuan yang baik sedangkan etika/agama agar dapat menerapkkan perbuatan yang baik dan mencegah yang buruk.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu, logika, estetika, humaniora dan agama memiliki keterkaitan dan saling mendukung bagi manusia. Keterkaitan itu terletak pada tiga potensi utama yang diberikan oleh tuhan kepada manusia,yaitu akal,budi dan rasa serta keyakinan.

 3.    Tahap-tahap mencapai kebenaran dalam ilmu 

Wahana Paurua (2016:128-129), ia menyatakan bahwa tahap-tahap mencapai kebenaran dalam ilmu ada 4 tahap yaitu: Pertama atas dasar sumber atau asal dari kebenaran pengetahuan ,yaitu dapat bersumber antara lain dari :fakta empiris (kebenaran empiris),wahyu atau kitab suci(kebenaran wahyu), fiksi atau fantasi (kebenaran fiksi).

Kedua, atas dasar cara atau sarana yang digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan,yaitu antara lain dapat menggunakan indera (kebenaran inderawi), akal budi (kebenaran intelektual), intursi (kebenaran intuintif), imam (kebenaran imam).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga,atas dasar bidang atau lingkup kehidupan antara lain: pengetahuan agung ((kebenaran dalam agama), pengetahuan moral(kebenaran moral), pengetahuan seni (kebenaran seni), pengetahuan budaya (kebenaran budaya), pengetahuan sejarah (kebenaran historis), pengetahuan hukum(kebenaran hukum), pengetahuan  politik (kebenaran politik).

Keempat,atas dasar tingkat pengetahuan yang diharapkan dan diperolehnya, yaitu: pengetahuan biasa sehari-hari(ordianary knowladge), pengetahuan ilmiah (scientific knowladge), pengetahuan filsafat (philosofical knowladge) menghasilakan kebenaran filsafat kriteria yang dituntut dari setiap tingkat kebenaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut