(K)etimpangan dan Recovery(K)

Penduduk miskin yang sulit pulih dari himpitan resesi. Foto: koleksi pribadi
Sumber :
  • vstory

Kesenjangan ekonomi setelah krisis ekonomi seringkali meningkat sebagai akibat perbedaan sumber daya yang menjadi modal pemulihan. Sumberdaya tersebut dapat berupa permodalan, keterampilan maupun akses terhadap teknologi informasi. Khusus akses dan penguasaan teknologi informasi, saat ini sumber daya ini seakan menjadi kunci menerobos celah sempit akibat pembatasan sosial.

img_title Cara Orang Berolahraga Mulai Berubah, Recovery Kini Jadi Prioritas

Pengusaha yang lebih kreatif dengan penyesuaian transaksi melalui media daring dan modifikasi produk akan mampu bertahan di tengah himpitan rendahnya daya beli yang dimiliki konsumen. Dari aspek sumber permodalan, perusahaan besar dan sektor publik diprediksi cenderung cepat pulih karena kemudahan dalam mengakses paket-paket stimulus dari pemerintah, sementara itu sektor bermodal kecil (UMKM) cenderung jauh tertinggal di belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meminimalisir Dampak

img_title Sahroni Ingatkan Warga Biasakan Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum, Bukan Main Hakim Sendiri

Recovery memang harus dikejar secepatnya agar daya beli masyarakat segera meningkat. Namun demikian, pemerintah perlu melangkah lebih rapi dalam mengambil kebijakan agar pemulihan ekonomi berbentuk K tidak harus terjadi. Kebijakan yang pro poor perlu dikedepankan untuk menjamin keadilan bagi semua.

Beberapa kebijakan pro poor yang relevan dilakukan saat ini diantaranya mengusahakan masuknya investasi-investasi asing yang bersifat padat karya agar serapan tenaga kerja bisa optimal. Selain itu, relaksasi pajak dan stimulus ekonomi pada UMKM masih harus dilakukan agar durasi pemulihan ekonomi usaha kerakyatan ini menjadi lebih singkat.

img_title Ngeri! Ancaman Resesi di Depan Mata, 250 Ribu Orang Bisa Kena PHK hingga 2027

Meskipun Covid-19 telah mengakibatkan terpuruknya hampir semua sektor ekonomi, namun pemerintah harus berpegang pada salah satu konsep pembangunan berkelanjutan yaitu no one left behind atau tidak boleh ada satupun orang yang tertinggal dari proses pembangunan. Ada tanggung jawab moral untuk memperjuangkan masyarakat ekonomi lemah, agar segera bangkit memperbaiki kehidupannya. (Penulis: Eri Kuntoro, SST, MSi, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Bantul)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Kemenkeu Raih Opini WTP ke-15 secara Berturut-turut dari BPK, Begini Kata Purbaya

Purbaya soal Kemenkeu raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, atas Laporan Keuangan Tahun 2025, dan menjadi opini WTP ke-15 yang diraih secara berturut-turut.

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut