E-Commerce dan Tantangannya Jelang Harbolnas
- vstory
Peran pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan stimulus kepada masyarakat pada hari belanja nasional (harbolnas) jelang hari raya Lebaran untuk belanja online khusus produk dalam negeri, berupa subsidi ongkos kirim (ongkir) sebagai langkah program Bangga Buatan Indonesia dan Hari Belanja Online Nasional, dengan harapan penjualan produk UMKM tanah air yang tergabung di dalam e-commerce dapat meningkat tajam.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui hasil survei Statistik E-Commerce 2020 menyebutkan bahwa hampir separuh dari seluruh usaha e-commerce atau sebesar 48,42 persen  adalah usaha di Sektor Perdagangan Besar dan Eceran.dan sebanyak 4,68 persen usaha e-commerce melakukan ekspor.
Disampaikan juga usaha e-commerce sangat terdampak oleh adanya pandemi, sehingga sangat berpengaruh terhadap penurunan pendapatan usaha, volume transaksi dan kelancaran pendistribusian barang selama tahun 2020. Bahkan disampaikan pula sebanyak 96,02 persen usaha di Sektor Pengangkutan dan Pergudangan mengaku pendapatan usahanya turun sebagai dampak dari COVID-19.
Untuk menghadapi hal ini tentu pemerintah harus segera mengimplementasikan berbagai program yang sudah dirancang agar pelaku usaha e-commerce bisa bangkit kembali.
Tantangan di lapangan
Dengan adanya subsidi ongkos kirim (ongkir) yang dilakukan oleh pemerintah pasti akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk berbelanja online melalui e-commerce.
Makin banyak pesanan barang yang diinginkan konsumen, bisa dipastikan traffic atau lalu lintas pengiriman barang bagi pelaku usaha jasa pengiriman di Sektor Pengangkutan dan Pergudangan juga akan meningkat .
Strategi agar pengiriman tepat waktu dan tidak terhambat harus dilakukan, baik dengan cara penambahan Sumber Daya Manusia, penambahan gudang penyimpanan maupun armada pengiriman. Karena jika peningkatan antusiasme masyarakat untuk berbelanja online terdukung dengan baik oleh jasa pengiriman tentu akan lebih memberikan kepuasan kepada konsumen.