Mengenang Jasa Para Guru
- vstory
VIVA – Diperingatinya Hari Guru Nasional setiap tanggal 25 November merupakan cara yang tepat untuk menghormati dan mengenang jasa para guru. Kita tentu sepakat bahwa jasa para guru bagi kehidupan ini begitu besar tiada terhingga.
Karenanya, menghormati dan memuliakan para guru adalah suatu hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Ya, karena berkat jasa mereka setiap orang akhirnya dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya di masa depan.
Bila direnungi, setiap guru memikul tanggung jawab yang sangat besar dan berat. Dalam tulisannya, Nanang Qosim (NU Online, 04/12/2018) menjelaskan, bahwa seorang guru memiliki tanggung jawab yang berat, yaitu memainkan peran sosial ganda sekaligus yaitu memberi keteladanan dalam keluarga sekaligus di sekolah atau madrasah. Guru bisa menjadi orang tua bagi segenap peserta didiknya, namun juga bisa menjadi penyejuk di keluarganya sendiri.
Selain itu, seorang guru juga dituntut untuk menjaga perilakunya dalam kehidupan keseharian. Kebiasaan-kebiasaan guru yang baik diharapkan akan menjadi contoh bagi para peserta didiknya dan juga seluruh anggota keluarganya seperti istri, anak-anak, dan saudara-saudaranya. Jangan sampai saat sedang mengajar saja perilaku guru tampak baik, sementara ketika tidak sedang mengajar, saat di luar sekolah misalnya, guru melakukan hal-hal yang tercela sehingga akan menurunkan wibawa dan kemuliaannya. Â
Menjaga sikap atau perilaku memang sudah selayaknya dilakukan oleh para guru di mana pun dan kapan pun. Karena guru tak hanya bertugas mengajar saja, tetapi juga memberikan contoh yang baik dengan cara mengamalkan apa yang telah diajarkan. Dari sini kita tahu bahwa tugas-tugas yang diemban oleh para guru luar biasa berat. Berhasil atau tidaknya proses belajar-mengajar di berbagai lembaga pendidikan sangat bergantung pada cara guru saat menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya.
Dalam buku Inspirasi mengajar Harvard University, Juma De Putra menuturkan bahwa guru bertanggung jawab terhadap berhasil atau tidaknya proses pembelajaran. Berhasilnya proses pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan guru dalam mengaktualisasikan pengetahuannya terhadap siswa. Tanggung jawab seorang guru bukan hanya terletak pada proses transfer pengetahuan berjalan. Akan tetapi, semua sikap dan perilakunya akan dinilai oleh masyarakat secara umum. Hal ini didasarkan pada sebuah asumsi bahwa mengajar berarti mendidik. Dalam mendidik, bukan hanya pengetahuan yang diberikan, tetapi juga tindakan saat melakukan proses belajar-mengajar.